Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

NU Diobok-obok

Sabtu, 20/03/2010 09:00 WIB - dtc/ant

JAKARTA—Demo penolakan terhadap KH Hasyim Muzadi dinilai sebagai upaya untuk mengobok-obok Nahdlatul Ulama (NU). Mantan Wakil Sekjen PBNU periode 1999-2004 H Masduki Baidlowi menuding aksi tersebut didalangi pihak eksternal.
”Mereka sengaja memancing di air keruh, karena ingin memasang jago-jagonya di pengurus PBNU yang akan datang. Tujuannya jelas, untuk kepentingan partai-partai politiknya atau lembaganya agar NU tidak kuat, tidak solid, gampang disetir dan diobok-obok,” ujar Masduki.
Penolakan atas Hasyim dilakukan belasan pelajar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dengan berdemo di PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (19/3). Koordinator demo Anas Syarifudin menyatakan, Hasyim telah membawa NU masuk ke dalam politik praktis. Hal ini menurunkan kepercayaan warganya. ”Kami dari kaum muda minta agar Hasyim tidak dicalonkan lagi,” kata Anas.  
Anas menyatakan, keterlibatan NU dalam politik praktis merupakan sandungan dan pengingkaran dari muktamar NU pada tahun 1984. ”Agenda muktamar tidak layak dicampuri politik,” tegasnya.
Hanya, menurut Masduki Baidlowi demo itu tidak etis, apalagi yang bersangkutan belum secara resmi  mencalonkan diri sebagai Rais Aam pada muktamar mendatang. ”Adalah tidak etis mengadang seseorang atau ulama yang akan dicalonkan oleh muktamirin sebagai Rais Aam pada periode mendatang pada Muktamar NU di Makassar nanti. Lagi pula, Pak Hasyim sampai sekarang secara resmi atau tak resmi belum pernah mengumumkan untuk mencalonkan diri sebagai Rais Aam,” tandas Masduki.
Bekerja Keras
Menurut Baidlowi, tak ada satu pun pemberitaan di media massa yang menyatakan Hasyim mencalonkan diri sebagai Rais Aam. Diakui Baidlowi, mencalonkan atau tidak adalah hak seseorang atu individu yang dijamin negara. Selain itu, walau tidak mencalonkan diri, banyak kalangan pengurus syuriyah di Jawa dan luar Jawa yang ingin mencalonkan Hasyim Muzadi sebagai Rais Aam. Alasannya, sebagai Ketum PBNU, Hasyim telah bekerja keras untuk membangun organisasi NU yang kuat dan upaya nyata lainnya.
”Kondisi inilah yang dikhawatirkan sejumlah pihak yang apabila Pak Hasyim terpilih, hidden agenda-nya akan teradang. Makanya, kelompok ini akan berupaya keras mengadang Pak Hasyim dengan berbagai cara, termasuk dengan demo-demo,” tandasnya.
Senada, Rais Syuriah PBNU KH Ma`ruf Amin meminta pihak luar tidak turut mencampuri persoalan internal, apalagi mengacak-acak NU menjelang Muktamar ke-32 di Makassar pada 22-27 mendatang. ”Biarlah NU menyelesaikan masalah internalnya sendiri, jangan kemudian pihak luar tiba-tiba masuk dan mengacak-acak NU,” ucapnya. (dtc/ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :