Senin, 13/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Nilai Ujian Praktik Kejuruan Menentukan Kelulusan

Rabu, 03/02/2010 11:00 WIB - bns

SOLO—Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa SMK, tahun ini telah diganti dengan Ujian Praktik Kejuruan (UPK). Kendati telah diganti namun dengan penambahan bobot kesulitan untuk bisa lulus lebih berat dibanding SMA. Nilai UPK akan dimasukkan dalam nilai Ujian Nasional (UN) dengan bobot nilai minimal 7,00.
Pelaksanaan UPK dilaksanakan satu pekan sebelum UN dilangsungkan. Nantinya akan menggunakan daftar nominasi sementara (DNS) untuk meminimalisasi terjadinya kekeliruan. Nanti peserta UPK bebas memilih satu dari tiga paket yang diujikan.
Wakil Kepala SMKN 2 Surakarta Bidang Kurikulum, Sigit Susilo menyebutkan bahwa dalam UPK nilai akan dimasukkan dalam UN dengan klasifikasi tertentu.
“Satu minggu sebelum UN, UPK harus sudah rampung. Untuk di SMKN 2, telah bergabung enam sekolah untuk mengikuti ujian antara lain, Teknik Mekanik Otomotif, Permesinan, Komputer Jaringan, Las, Elektronik dan Industri serta Pemanfaatan Energi Listrik. Sedangkan bagi siswa yang terpaksa tidak dapat lulus UPK, dapat mengikutinya di tahun berikutnya tanpa harus mengikuti UN,” terang Sigit kepada Joglosemar saat ditemui di kantornya, Selasa (2/2).
Hal senada diungkapkan Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Surakarta, Budi Setionohadi di sela-sela mengunjungi SMKN 2 Surakarta. Ia menyatakan bahwa UPK kali ini bobot kesulitannya agak dinaikkan dari tahun sebelumnya karena ikut andil menentukan kelulusan siswa.
“Seperti yang telah kita ketahui semuanya, bahwa pelaksanaan UPK harus mengikuti Prosedur Operasional Standar (POS) yang telah ditetapkan oleh pusat. Saya mengimbau agar dalam UPK kali ini, siswa lebih giat lagi belajar, mengingat ujian teori kali ini masuk dalam nilai UN. Jumlah tantangan lebih berat dibandingkan SMA, karena catatan dari siswa SMK pasti jauh lebih sedikit karena mayoritas hanyalah praktik yang mereka lakukan sehari-harinya,” kata Budi. (bns)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :