SOLO—Sejumlah anggota Komisi IX DPR RI, Kamis (11/3), mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Unit Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Bandar Udara Internasional Adisumarmo Solo. Dalam kujungan tersebut, Komisi IX menyoroti rendahnya nilai tukar mata uang dolar AS terhadap rupiah yang ditetapkan sejumlah perusahaan jasa penukaran uang money changer yang membuka loketnya di bandara.
Perusahaan money changer tersebut memasang nilai tukar dolar Negeri Paman Sam ini senilai Rp 8.500 terhadap rupiah. Wakil Ketua Komisi IX sekaligus Ketua Rombongan Kunker, Irgan Chairul Mahfiz, langsung menegur petugas money changer bersangkutan.
“Ini nilai tukarnya rendah sekali, masa cuma Rp 8.500, padahal di luar saja bisa sampai Rp 9.200. Ini sama saja merugikan para TKI. Mereka itu para pahlawan devisa kita, janganlah sampai merugikan mereka,” tuturnya.
Petugas money changer pun berkilah bahwa nilai Rp 8.500 itu hanya berlaku untuk penukaran pecahan kecil senilai satu dolar. Sedangkan untuk pecahan besar seperti 100 dolar akan menggunakan nilai Rp 9.000.
Rombongan ini juga mempertanyakan sistem aplikasi Kartu Tanda Kerja Luar Negeri (KTKLN) yang ada di terminal keberangkatan yang masih belum bekerja maksimal.
Kepala Balai Badan Nasional Pelayanan, Pembinaan, Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BNP3TKI) Jawa Tengah, AB Rahman, mengharapkan ada penambahan penerbangan luar negeri di sini. Hal ini sekaligus untuk menanggulangi jumlah TKI yang pada tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 40.000 orang dibandingkan pada tahun 2009 yang hanya 33.000 orang. (nie)
Nilai Tukar Dolar AS di Bandara Rendah
Jumat, 12/03/2010 09:00 WIB - nie








