Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Nestapa di Negeri Kaya

Minggu, 08/08/2010 09:00 WIB - Muhaimin

Di lorong jalan di sekitar wilayah Denpasar, Bali, pekan lalu, ibu paruh baya itu, kebingungan mondar-mandir, mengulurkan tangannya, mengharap setiap orang memberinya uang. Ia mengemis bukan hanya sekadar untuk bertahan hidup, namun untuk menebus pengambilan jenazah anaknya yang meninggal beberapa hari di RSUP Sanglah Denpasar.
Jenazah anaknya yang harus dia tebus itu benama Dian Oktavi, usianya 18 tahun. Dia meninggal setelah dirawat di RSUP, karena sakit yang dideritanya.
Sang ibu wajib menyediakan Rp 10 juta untuk mengambil jenazah Dian untuk kemudian dimakamkan. ”Darimana saya dapat uang sebesar itu Pak? Terpaksa tiga hari ini (pekan lalu-red) minta sumbangan siapa saja yang mau membantu,” rintih ibu tua itu.
Selama tiga hari itu, sang ibu ini mengemis ke toko-toko dan sepanjang jalan. Iktiarnya mampu mengumpulkan uang Rp 3 juta. Miris memang kisah pengemis itu. Tapi siapa yang peduli dengan mereka?
Kisah ibu tua yang matian-matian mengemis untuk menebus jenazah anaknya itu adalah potret kelam di negeri kaya ini. Ya, menurut saya, negeri ini sangat kaya. Negeri ini kaya dengan tambang emas dan konon uranium yang terpendam di bumi Papua, meski potret kemiskinan sangat jelas dirasakan saudara kita di sana.
Bagaimana tidak kaya, negeri kita mampu mengekspor gas, meski memang gas sering langka, dan jadi masalah terus-terusan. Negeri ini sangat kaya, karena sejumlah konglomerat mentereng namanya di daftar miliader versi majalah Forbes.
Negeri ini terlalu kaya, hingga menjadi sarang koruptor yang disegani dunia. Uang rakyat triliunan seperti yang mengalir ke BLBI, Century dan berbagai kasus lain, tentu tak seberapa untuk membantu ibu tua itu menebus jenazah anaknya yang hanya Rp 10 juta.
Orang miskin itu menjadi ironi, ketika wakil rakyat ribut-ribut membahas proyek berupa renovasi gedung DPRD yang konon miring dan membahayakan orang-orang terhormat itu, sampai akhirnya ada artis yang kecewa dengan mencoret-coret atapnya.
Wakil rakyat kita terlalu sibuk dengan usulan dana aspirasi miliaran, mobil dinas yang mewah, hingga rumah aspirasi yang bakal memakan biaya fantastis. Tapi siapa yang peduli dengan nasib ibu tua yang kewalahan menebus jenazah anaknya itu. Inilah kisah nestapa di negeri kaya.
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :