SRAGEN—Jajaran Polres Sragen akan memperketat penjagaan untuk 97 gereja di seluruh wilayah Sragen pada perayaan Natal 2010 mendatang. Guna menginstensifkan pengamanan, Polres berencana mengerahkan dua per tiga kekuatan serta mengerahkan intelijen khusus selama pengamanan momen Natal 2010 hingga Tahun Baru 2011.
Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra saat berdialog dengan tokoh lintas agama di Mapolres, Kamis (16/12) mengatakan personel tersebut akan ditempatkan untuk menjaga gereja dan titik vital lainnya. Dengan komposisi, satu gereja minimal dijaga dua orang personel tergantung besar kecilnya jemaat.
Peningkatan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kerawanan dan memberikan perlindungan bagi umat kristiani yang akan merayakan Natal. Antisipasi juga terkait insiden ledakan bom di salah satu gereja di Sukoharjo dan ancaman bom di pagar Polsek Pasar Kliwon, Solo baru-baru ini.
“ Kami tidak ingin hal itu terjadi di Sragen. Maka dari itu, pengamanan perlu ditingkatkan,” ujarnya di hadapan para tokoh agama dan jajaran Muspida Sragen.
Selain pengamanan Natal, sehari sebelum Natal Polres juga bersiap menggelar operasi lilin dan patroli ke sejumlah tempat ibadah. Guna mempermudah koordinasi, pihaknya akan membangun dua pos pengamanan Natal dan Tahun Baru di dua titik, yakni dalam kota dan Gemolong.
Menurut Kapolres, intelijen yang dimilikinya siap mem-back up titik vital dan tempat ibadah. “Nanti juga ada intelijen yang mengawasi gereja-gereja. Mereka siap back up,” imbuhnya.
Terkait pengamanan sendiri, aparat Polres juga didukung Bupati Untung Wiyono serta tokoh lintas agama Sragen. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




