Tut…tut…jes…jes…, Sepur Kluthuk Jaladara oleh warga Solo itu mulai berjalan lambat meninggalkan Stasiun Purwosari, Solo. Asapnya yang mengepul mulai terlihat membelah udara disepanjang perjalanan. Kereta tua, yang mengangkut para wisatawan setiap hari Sabtu dan Minggu ini, Senin (26/10), kembali menyusuri kepadatan Jalan Slamet Riyadi dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Sangkrah.
Saat itu, mengangkut para siswa KB, TK dan SD Kristen Pratama Solo Baru, yang digunakan untuk mempelajari berbagai sejarah masa lampau di Kota Solo. Sepanjang perjalanan, anak-anak menyanyikan berbagai lagu seperti Naik Kereta Api dan Bintang Kecil.
Selain itu, mendapatkan hiburan berupa berbagai nyanyian langgam Jawa dari Kelompok Siteran Pring Gading yang sudah langganan menghibur wisatawan di dalam Sepur Kluthuk Jaladara.
Tidak hanya terus melaju, kereta tua ini pun berhenti sejenak di Loji Gandrung yang merupakan salah satu monumen bersejarah, yang saat ini juga digunakan sebagai rumah dinas Walikota Solo. Para siswa, di tempat ini mulai diajak melihat beberapa ruang dan sudut dari bangunan ini. Mulai dari ruang yang biasa digunakan rapat oleh Walikota, tiga kereta khusus yang hanya digunakan saat event pariwisata sampai halaman belakang Loji Gandrung yang asri dan rindang oleh pepohonan.
Selesai dari Loji Gandrung perjalanan kemudian berlanjut sampai ke Stasiun Sangkrah. Istirahat sejenak, kereta balik kembali ke Stasiun Purwosari. Di situ, para orangtua siswa yang tidak kebagian jatah tempat duduk dalam kereta pun telah menunggu dengan senyum mengembang, melihat putra-putrinya yang kegirangan menikmati perjalanan bersama sang Sepur Kluthuk Jaladara.
Kegembiraan ini seperti tergambar dari apa yang diungkapkan salah satu siswa, Alfin Gunawan. Meski diakui ia pernah menaiki kereta api Prameks jurusan Solo – Yogyakarta. Namun untuk kereta api kuno Jaladara ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi dirinya.
Kepala KB, TK, dan SD Kristen Pratama, Indria Setiawati mengungkapkan acara yang diikuti sekitar 200 siswa, di mana 104 siswanya terdiri dari siswa KB dan TK ini, bertujuan untuk mengenalkan sejarah dan budaya masa lalu Kota Solo. “Ini juga sebagai kegiatan jeda tengah semester bagi para siswa,” ungkapnya. (Bagus Sandi Tratama)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




