Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Musim Hujan Rawan Bawa 3 Penyakit

Minggu, 29/11/2009 11:00 WIB - Deniawan Tommy Chandra Wijaya

Musim hujan sudah tiba. Selain banjir, Anda perlu waspada terhadap tiga penyakit musiman yang muncul bersamaan dengan datangnya musim hujan. Ketiga penyakit itu antara lain, demam berdarah dengue (DBD), Lepstospirosis, dan demam Tifoid atau yang disebut tipes.
Prof Harsono Salimo, praktisi kesehatan spesialis anak, mengatakan, DBD merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan karena bisa berujung kepada kematian. Hal itu disebabkan gejala awal DBD yang menyerupai dengan influenza, dan penyakit demam biasa.
Terkadang, orang di sekitar Anda lengah, dengan terlambat mengatasi hingga berujung pada kematian. ”Jangan sampai terlambat mengetahuinya, karena hal itu bisa berdampak fatal. Gejalanya khasnya adalah demam tinggi yang tiba-tiba,” ujarnya.
Dia menjelaskan, hingga kini, belum ditemukan obat atau vaksin yang pasti untuk mengobati DBD. ”Vaksin yang ada sekarang seperti  chimerivax, sifatnya hanya pencegahan, bukan mengobati. Untuk itu, kunci pengobatannya adalah pemulihan daya tahan tubuh sehingga virus dengue bisa melemah,” katanya.
Sedangkan untuk Lepstospirosis, dia menjelaskan, penyakit itu biasanya datang ketika terjadi banjir. Penyebabnya adalah urine binatang yang terinfeksi bakteri leptospira (sapi, kambing, anjing, tikus, dan lainnya) dan ditularkan melalui genangan air. Bila kulit terendam genangan air yang terkontaminasi bakteri leptospira, baik terdapat luka maupun tidak, maka akan timbul pembesaran pori-pori kulit, sehingga bisa terinfeksi. ”Gejalanya juga panas tinggi, dan otot kaki sakit,”ucapnya.
Waspada
Untuk Lepstospirosis, dia, menyatakan, juga belum ditemukan vaksinnya. Nyaris sama dengan pencegahan DBD, Lepstospirosis, bisa dicegah dengan memperkuat daya tahan tubuh. ”Ada antibiotik, tapi itu sifatnya cuma mengurangi rasa sakit, dan mencegah terjadinya infeksi meluas,” terangnya.
Penyakit ketiga yang bakal mengancam, lanjut dia, adalah tipes, atau demam Tifoid. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella thypi. Penyakit ini seringkali identik dengan perilaku hidup jorok. Karena penularannya melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi Salmonella thypi. ”Yang diserang adalah lambung, dan usus. Namun bila terlambat mengobati juga bisa menyerang pada otak, dan menyebabkan kematian,” jelasnya.
Kendati demikian, sambung dia, untuk penyakit tipes, masyarakat tidak khawatir yang berlebihan. Karena, vaksin untuk mengobati tipes sudah ditemukan. Vaksin yang mampu membunuh Salmonella thypi adalah vaksin Tyfhim-Vi. ”Meski sudah diketemukan vaksinnya, tapi perlu juga waspada untuk menjada agar makanan dan minuman tetap higienis,” imbaunya. (Deniawan Tommy Chandra Wijaya)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :