Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dewasa ini semakin pesat. Perkembangan teknologi ini semakin mempermudah kita dalam mengakses berbagai hal, mengetahui berbagai hal serta mampu mempermudah kita untuk mendapatkan informasi.
Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi ini pun telah mulai diterapkan di berbagai institusi pendidikan, tak terkecuali di kampus. Mulai dari fasilitas hot spot, KRS online, sistem registrasi online hingga yang saat ini kiranya masih minim tapi perlu dikembangkan, yakni perpustakaan digital (digital library-red).
Bisa dikatakan, mahasiswa tak akan lepas dari buku selama kuliahnya. Pasalnya, mahasiswa harus berkutat dengan berbagai tugas yang memerlukan referensi dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Permasalahannya, terkadang buku yang akan di pinjam tidak ada karena dipinjam mahasiswa lain.
Mengatasi permasalahan ini, keberadaan digital library jelas merupakan sebuah solusi guna mengatasi keterbatasan jumlah buku. Namun, seberapa mendesakkah keberadaan digital library? Apa keuntungan dengan adanya digital library?
“Kelebihan perpustakaan digital adalah mahasiswa tidak perlu selalu datang ke perpustakaan untuk sekadar membaca atau mencari berbagai literatur yang dibutuhkan,” tutur Kepala UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS), Drs Harmawan, MLib.
Harmawan menambahkan, saat ini UNS merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah dilengkapi perpustakaan digital. Beberapa layanan yang dapat dimanfaatkan dari digital library adalah electronic book, electronic journal, serta katalog. Semua fasilitas tersebut dapat diakses melalui http://digilib.uns.ac.id.
Pada Self Access Terminal (SAT) UPT Perpustakaan UNS, mahasiswa dapat mengakses internet secara gratis. Dalam ruangan tersebut, tersedia 40 komputer yang dapat dimanfaatkan oleh setiap mahasiswa selama maksimal 1 jam untuk satu kali akses.
“Fasilitas ini juga untuk mendukung kegiatan akademik, terutama untuk penulisan karya ilmiah yang membutuhkan referensi terbaru atau jurnal internasional. Saat ini kami telah memiliki 52 judul e-book, serta berlangganan 23 database jurnal elektronik internasional yang dapat diunduh secara gratis,” ungkapnya.
Memajukan Pendidikan
Sementara itu, mahasiswa semester 7 Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Setyo, mengungkapkan, keberadaan digital library jelas sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan berbagai tugas yang diberikan oleh dosen. Sehingga, menurutnya keberadaan digital library perlu semakin dikembangkan demi kemajuan pendidikan di Indonesia.
“Perpustakaan digital sangat membantu mahasiswa dalam mencari literatur, terutama untuk referensi penyusunan karya tulis ilmiah, skripsi atau untuk melengkapi berbagai data. Keberadaan perpustakaan digital sudah saatnya di kembangkan untuk lebih mempermudah mahasiswa dalam pembelajaran,” katanya.
Setyo menambahkan, dari semua kelebihan yang dimiliki oleh digital library, menurutnya saat ini masih belum dibarengi oleh adanya sosialisasi kepada mahasiswa. Sehingga, sampai saat ini keberadaan digital library belum sepenuhnya dimengerti dan digunakan oleh mahasiswa.
“Fasilitas yang sudah ada saat ini malah lebih banyak untuk akses Facebook ketimbang website perpustakaan online. Hal ini karena mahasiswa tidak tahu cara menggunakannya. Selain itu, agar lebih membantu lagi, perlu adanya penambahan jumlah koleksi e-book dan e-journal,” katanya.
Terpisah, mahasiswa Jurusan Analisis Kesehatan Universitas Setia Budi (USB), Risa, menyatakan keberadaan digital library akan memberikan kemudahan dan membantu mahasiswa untuk mengakses berbagai kebutuhan mengenai literatur dan membuat mahasiswa tidak perlu repot-repot mencari buku di rak buku. (Risma Hasnawaty)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




