Dari sejarahnya, metode reiki telah dikenal sejak berabad-abad lalu di Tibet, namun tidak pernah keluar dari negara tersebut. Hingga reiki dikenal oleh Mikao Usui, seorang berwarga negara Jepang yang berhasil mempelajari metode reiki melalui meditasi di bawah Gunung Fujiyama.
Dalam reiki, penyembuhan yang dilakukan sangat berbeda dengan teknik-teknik lainnya. Karena dengan reiki, master reiki dapat menyalurkan energi alam semesta hanya dengan niat saja tanpa perlu adanya visualisasi ataupun konsentrasi pada pasien. Sehingga hal-hal yang perlu dilakukan pasien hanyalah membuat keadaan tubuh sesantai mungkin dan penyerahan hati dan diri kepada Tuhan.
“Dalam reiki konsentrasi tidak begitu diperlukan, sangat berbeda dengan penyaluran tenaga dalam. Untuk mengetahui sakit yang diderita pasien, praktisi reiki akan melakukan tanya jawab dengan pasien. Atau jika tidak secara otomatis reiki akan mencari bagian tubuh yang mengalami gangguan,” ujar Muhammad Rifai, praktisi hipnoterapi dan reiki dari Natural Healing and Training Center Wijaya Kusuma.
Menurut Rifai, reiki mudah dipelajari oleh setiap orang dan hanya membutuhkan waktu singkat untuk menguasainya, bahkan hanya perlu waktu satu jam saja. Pada umumnya semua latihan yang dilakukan mengharuskan tubuh dalam kondisi relaksasi dan kepasrahan yang tinggi, kemudian diikuti dengan metode meditasi yang sederhana.
Gerakan-gerakan yang sulit atau yang dipaksakan tidak terdapat di dalam latihan, demikian juga dengan konsentrasi ataupun pernapasan. Sehingga yang paling diperlukan adalah keyakinan dan kepasrahan hati yang tinggi. “Kemampuan reiki bisa diperoleh seketika melalui proses penyelarasan atau inisiasi yang dilakukan oleh reiki master,” kata Rifai.
Proses inisiasi akan memberi beberapa efek samping pada tubuh. Biasanya berupa kelebihan energi yang disertai tanda-tanda seperti rasa panas, mengantuk, meningkatnya frekuensi buang air kecil maupun besar. Namun proses ini akan diakhiri dengan rasa bugar, tenang dan nyaman sesudahnya.
Selain dapat digunakan untuk mengobati orang lain, energi reiki juga dapat dilakukan untuk mengobati diri sendiri (self healing). Prinsip menyembuhkan diri sendiri sebenarnya menyalurkan energi reiki untuk diri sendiri yang disalurkan dengan tangan. “Melalui teknik reiki, kita bisa menjadi penyalur energi alam semesta secara seketika, sehingga kita bisa melakukan penyembuhan diri sendiri ataupun orang lain secara mandiri dan alami,” terang Rifai. (dik)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







