Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Motif Pelaku karena Balas Dendam

Selasa, 23/03/2010 09:00 WIB - ant

SLEMAN—Pembunuhan terhadap penjual angkringan, Bambang Dwiyanto alias Balung (21), di Dusun Krikilan, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/3) malam, karena dilatarbelakangi balas dendam. “Sebelumnya, korban sempat berkelahi dengan salah satu tersangka pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Andri Siswan Ansyah, Senin (22/3).
Menurut Andri, sebelumnya antara korban dan tersangka Gareng pernah terlibat perkelahian ketika mereka sama-sama menonton pertandingan sepakbola di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Berawal dari perkelahian tersebut, tersangka kemudian bersama teman-temannya bermaksud melakukan balas dendam terhadap korban. Ia mengatakan pihaknya juga menangkap satu tersangka lagi, selain empat tersangka yang sebelumnya lebih dulu diringkus. “Kini ada lima tersangka yang melakukan pengeroyokan terhadap korban,” katanya.
Lima tersangka pelaku yang telah diringkus pihak kepolisian yaitu HS (19) warga Ledok Wareng, Desa Sardonoharjo, Ngaglik yang merupakan pelaku penusukan terhadap korban dengan menggunakan obeng, FH (22) warga Karangwuni, Catur Tunggal, Depok, Sleman, RE alias Gareng (26), warga Ledok Wareng, TH alias Monyong (21), warga Gondang Legi, Desa Sariharjo, dan RI (27), warga Ledok Wareng.
Pihak kepolisian telah menyita barang bukti berupa obeng yang digunakan pelaku untuk menusuk korban, kaos putih yang terdapat bercak darah milik korban, serta sepeda motor Honda Astrea Star AB 5158 TN yang dikendarai pelaku ke lokasi kejadian. “Sebenarnya ada dua sepeda motor lagi yang akan kami amankan karena juga digunakan para tersangka pelaku ke lokasi kejadian,” katanya.
Menurut Andri, pembunuhan itu terjadi pada Sabtu malam (20/3) saat korban sedang menggantikan ayahnya berjualan makanan dan minuman di angkringan di depan rumahnya. “Saat kejadian korban sedang menggantikan ayahnya berjualan angkringan, kemudian para pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor dan berteriak memanggil nama Balung dengan suara keras,” katanya.
Korban yang ingin tahu siapa yang berteriak memanggil namanya, kemudian menghampiri asal suara tersebut. Namun, tiba-tiba salah seorang pelaku langsung menusuk korban dengan obeng, dan pelaku lainnya mengeroyok korban. (ant)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :