Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Mogok Massal Landa Perancis

Rabu, 24/03/2010 09:00 WIB - oke

PARIS—Guru, masinis dan pekerja publik di Perancis, melalukan aksi mogok massal, Selasa (23/3) kemarin. Aksi ini makin menimbulkan tekanan kepada Presiden Nicholas Sarkozy, untuk merombak pemerintahannya setelah kekalahan yang dialami partainya dalam Pemilu regional.
Aksi mogok massal ini diikuti oleh sebagian pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja seluruh Perancis. Mereka menuntut pengurangan pengangguran, kenaikan gaji dan mengeluhkan tingginya biaya hidup di Perancis. Mereka juga menentang rencana sistem pensiun yang menjadi agenda utama pemerintah dalam rencana reformasi mereka.
Para guru bergabung dalam protes ini dengan tujuan menentang pengurangan lapangan kerja, dan rencana reformasi pendidikan pemerintah. Sementara staf di beberapa kementerian dan karyawan di pengadilan juga didesak untuk mengikuti aksi ini.
Sementara, mogok massal yang juga diikuti oleh pekerja angkutan publik mengganggu layanan perkeretaapian regional, layanan kereta komuter dan sebagian layanan metro di Paris.
Meskipun Presiden Sarkozy telah mengganti Menteri Buruh Xavier Darcos dengan Menteri Anggaran Eric Woerth, langkah ini seperti tidak disukai oleh Serikat Pekerja Perancis. Menurut mereka, Woerth memiliki reputasi sebagai menteri yang sering memecat jajaran staf pada sektor publik. Demikian diberitakan AFP.
Peningkatan Ekonomi
Sejak terpilih menjadi Presiden Perancis pada 2007 lalu, Sarkozy menjanjikan peningkatan level ekonomi Perancis serta penciptaan lapangan kerja. Namun krisis ekonomi global yang melanda tahun lalu menyebabkan angka pengangguran di Perancis naik hingga 10 persen, angka tertinggi dalam waktu satu dekade terakhir.
Senin lalu, Sarkozy bertemu PM Perancis, Francois Fillon untuk membahas rencana perombakan kabinet. Ketegangan juga sedang terjadi dalam tubuh partainya karena mantan PM Jean-Pierre Raffarin menyerukan mosi tidak percaya terhadap rencana kebijakan reformasi presiden. Dalam Pemilu regional putaran kedua yang digelar Minggu 21 Meret, kubu sayap kanan UMP yang dipimpin Sarkozy hanya unggul di satu wilayah. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Sarkozy sebelum Pemilu Presiden 2012. (oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :