SOLO-—Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus melakukan pembenahan manajemen guna menarik minat dosen untuk mengisi Jurnal Sastra. Pasalnya hingga saat ini, minat dosen untuk mengisi Jurnal Sastra masih sangat minim.
Demikian disampaikan Dekan FSSR UNS, Drs Sudarno, MA pada sambutan acara Seminar Hasil Penelitian untuk Jurnal Sastra, Selasa (30/3). Menurutnya, akibat minimnya minat dosen untuk mengisi Jurnal Sastra, mengakibatkan Jurnal Sastra sempat tidak teratur penerbitannya karena minimnya jumlah artikel atau penelitian yang masuk.
“Saat ini, FSSR memiliki dua terbitan jurnal, yaitu Jurnal Etnografi dan Jurnal Haluan Sastra Budaya. Kedua jurnal ini memang belun terakreditasi namun sudah memiliki ISN,” katanya.
Sudarsono menambahkan, sesuai dengan jadwal, seharusnya penerbitan jurnal di FSSR dilakukan setiap enam bulan sekali. Namun, dalam tiga tahun terakhir, penerbitan jurnal sempat mengalami ganguan. Hal tersebut selain dikarenakan minimnya minat dosen, juga dikarenakan terjadinya pergantian pengurus serta kesibukan masing dosen yang cukup tinggi.
Pada presentasi hasil seminar, Sudarno, mengungkapkan, terdapat 16 tulisan dosen yang sudah masuk. Selanjutnya, dari 16 tulisan karya dosen FSSR tersebut, nantinya akan dipilih 10 tulisan untuk diterbitkan dalam Jurnal Etnografi.
Menurutnya, selain kriteria kualitas, pihaknya juga akan mempertimbangkan dosen yang tulisan belum pernah masuk ke dalam jurnal. “Hal ini juga untuk memacu motivasi dosen,” tuturnya.
Terkait pendanaan untuk penelitian, Sudarno, mengungkapkan, untuk tahun 2010 ini, dana penelitian mencapai Rp 730 juta. “Jumlah tersebut terdiri dari dana hibah serta dana yang berasal dari fakultas,” ujarnya.
Pihaknya optimis, dengan dilakukannya upaya tersebut dapat mendorong partisipasi dosen untuk melakukan penelitian dan menampilkan hasilnya ke dalam jurnal. (ris)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




