Adik kok kukunya panjang?,” tanya Mama Mita kepada putrinya. “Emang kalau panjang kenapa, Ma?,” tanya Mita.
“Lho, adik belum tahu, kalau kuku itu tempat berkembang biaknya kuman. Misalnya kalau adik bermain-main di tanah, lalu kuku adik kena tanah, padahal di tanah itu banyak sekali kuman seperti kotoran binatang atau kotoran-kotoran yang lain. Lalu kuku adik jadi kotor, kadang adik langsung pegang makanan dan kotoran akan masuk ke tubuh kita lewat makanan tersebut,” terang Mama Mita.
“Kalau kotoran itu masuk ke mulut kita kenapa, Ma?,” tanya Mita sambil penasaran.
“Kotoran itu kan bawa kuman, jadi kuman tersebut kalau masuk ke tubuh kita jadi sakit. Misalnya seperi diare, sakit perut dan lain-lain. Jadi kalau kukunya panjang harus dipotong, biar kotoran tidak mudah masuk. Lagipula kalau kukunya pendek kan jadi lebih rapi,” jawab sang Mama dengan sabar.
Hayo, sapa di antara adik-adik yang ngeyel untuk tidak mau dipotong kukunya. Padahal belajar merawat diri seperti memotong kuku, menggosok gigi, mencuci tangan setelah bermain atau membersihkan kamar tidur sendiri sama saja belajar pola hidup sehat.
Perlu adik-adik ketahui, seperti yang diajarkan oleh Bapak Ibu guru, kebersihan itu mahal harganya. Karena kalau sakit, pasti butuh biaya yang banyak untuk sembuh. Oleh sebab itu kita jangan sampai sakit. Karena kalau sakit itu tidak enak rasanya. Adik-adik jadi tidak bisa bermain.
Seperti yang dinasehatkan oleh Ibu Dokter Lasmi Dewi Nurnaini bahwa menjaga kebersihan dan merawat diri sendiri itu penting. Karena jika diajarkan merawat diri sejak dini maka anak akan terbiasa menjaga lingkungannya bersih
"Tujuannya agar mereka terbiasa merawat diri demi kebersihan dan penampilan yang menyenangkan agar mereka dapat diterima di lingkungan sosial dengan baik. Dan juga jauh dari penyakit," tandasnya.
Oleh sebab itu, tambah Ibu Lasmi, sebaiknya orangtua membiasakan anak untuk merawat diri sejak masih kecil. “Bisa dilakukan dengan memandikannya secara teratur, membersihkan wajah dan tangannya sehabis makan, menyisir rambut sehabis mandi, berpakaian yang serasi, dan jangan lupa memuji penampilannya," pesannya.
Menyenangkan
Ibu Lasmi menuturkan, untuk menerapkan kebiasaan merawat diri pada anak, dibutuhkan teknik tersendiri dan cara yang paling utama adalah dengan menciptakan lingkungan, keadaan, dan kegiatan yang menyenangkan bagi si anak.
Termasuk dalam hal merawat diri yang nantinya akan menjadi bekal anak saat tumbuh dewasa. "Ajarkan merawat diri dan menjaga kebersihan dengan cara yang menyenangkan," ucapnya.
Sebagai contoh, misalnya orangtua mendampingi anaknya ketika menggosok gigi dengan menyanyikan lagu. Atau dengan cara yang lain, yaitu dengan menceritakan bahaya tidak menyikat gigi, mencuci tangan, selalu berpakaian rapi dengan cerita yang lucu dan perumpaan yang gampang dicerna anak. Selain itu tak ada salahnya bagi orangtua untuk memberikan hadiah apa yang diinginkan anak.
Mengajarkan anak tentang pendidikan kesehatan agar mereka memiliki kebiasaan hidup sehat tidak cukup hanya lewat nasihat saja. Orangtua harus bisa menjadi contoh positif bagi anak. “Pencegahan dan penyadaran harus menjadi prioritas utama. Kita sebaiknya mengatakan pada anak-anak tentang cara mencegah dan melindungi diri dari sakit. Kita perlu mengajarkan hal-hal yang kecil dan sederhana tentu saja dengan teknik pengajaran yang menyenangangkan, “ jelas Ibu Lasmi.
Wah, ternyata merawat diri itu banyak manfaatnya, ya? Tak hanya membantu kita berpola hidup sehat tetapi penampilan kita menjadi rapi dan bersih. (Dwi Hastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







