Perhelatan fashion akbar yang melibatkan 200 desainer dan 400 peserta dari brand fashion lokal digelar sejak Kamis-Minggu (23-26/2). Parade fashion akbar yang pertama digelar di Indonesia menyisakan beberapa catatan yang menarik untuk perkembangan dunia fashion di Nusantara. Kreasi sekaligus modifikasi tak luput dilakukan oleh para desainer.
Indonesia Fashion Week 2012 mampu memberikan statement pada fashion karakter Indonesia. Tak salah jika parade fashion empat hari berturut-turut dan resmi dibuka hari ini diharapkan mampu mewujudkan mimpi Indonesia menjadi pusat mode dunia.
Ardistia Dwiastri terkenal dengan label ready to wear-nya Ardistia New York menawarkan garis rancangan yang menarik. Pertama kali membuka butik di New York, busana-busana rancangan Ardistia telah tersebar di berbagai belahan dunia seperti Amerika, Eropa, Kanada, Timur Tengah, dan Asia.
Dilansir dari Vivanews, dengan tema Contour Fluidity, Ardistia bermain dengan cutting geometris dalam busana-busana yang didominasi warna-warna pastel. Koleksinya, termasuk jaket ringan melambai, body-wrap blouse, blazer dengan potongan androgini, ragam rok pensil dengan aksen layer, dan jumpsuit dress.
Kombinasi kesan feminin dan kekuatan seorang wanita juga ditampilkan pada koleksi Ali Charisma yang bertajuk Longing for Greece. Terinspirasi dari kehidupan wanita urban yang tetap terlihat feminin meski memiliki kekuatan yang besar, desainer asal Bali ini menggambarkannya pada mitologi Yunani Kuno yang romantis elegan, meski tetap berbahaya.
Tidak Monoton
Koleksi memiliki struktur arsitektur Yunani Kuno dikombinasikan dengan elegansi seorang dewi. Tak heran, kesan goddes look sangat kental terlihat pada maxi dress dan mini dress rancangannya. Namun, unsur ketegasan dan kekuatan pun terlihat jelas pada konstruksi bahu yang sengaja dibuat runcing dan keras.
Ada juga desain yang apik dari rancangan busana Stella Rissa yang menampilkan sisi feminin dan sensual seorang wanita, namun jauh dari kesan vulgar. Stella berani bereksperimen dengan perpaduan berbagai siluet, gaya busana serta kombinasi bahan yang memberi kesan segar dalam koleksi yang bertema Inner ini. Misalnya saja coat organza silk yang dipadu celana transparan berbahan french tule, perpaduan tuksedo dan rok transparan dalam bentuk gaun mermaid serta kemeja dengan aksen tulle di lengan.
”Saya ingin menggambarkan perempuan yang misterius tapi menarik. Perempuan bisa tampil atraktif, seksi tapi nggak vulgar. Perempuan juga tidak harus selalu feminin dan mengenakan gaun, tapi bisa feminin ” tutur Stella.
Begitu juga untuk busana muslim yang dipamerkan dalam event ini. Rancangan yang dihasilkan oleh Jenahara dan Ria Miranda membuktikan bahwa busana muslim tidak monoton.
Jenahara menawarkan busana berpotongan tegas dengan desain yang anggun dan berkelas. Desainer berbakat ini memilih warna netral seperti abu-abu dan hitam untuk dimaksimalkan pada 12 koleksi yang dipamerkannya. Tidak berbeda jauh dengan Jenahara, Ria Miranda juga memilih warna natural yang mempermanis koleksinya yang berkesan elegan dan chic.
Tak kalah hebat, desainer Albert Yanuar pun mengetengahkan busana dengan garis rancangan tegas. Lewat tema Chemical Garden, koleksi feminin nan mistis dipersembahkannya. Albert banyak bermain dengan warna-warna terang dalam tube dress yang dibuatnya seperti oranye, merah, fuchsia, ungu, dan biru.
Cisilia Perwita S | Okezone
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




