SRAGEN—Titik Purwanti (21), warga Wonosari, Tedunan, Sine, Ngawi, Jatim, mengalami luka parah setelah menolak berhubungan dengan pacar gelapnya, Sukarno, warga Tangkil, Sragen Kota. Sejak dibacok pada Senin (15/3), hingga Selasa (16/3) kemarin, korban masih kritis dan mendapatkan perawatan intensif di ruang IGD RSI Amal Sehat.
Hingga kini, motif penganiayaan itu sendiri masih dalam penyelidikan. Namun dugaan sementara, pelaku nekat menganiaya Titik karena yang bersangkutan menolak diajak berhubungan badan. Sedang Titik sendiri diduga menolak ajakan itu lantaran mengetahui Sukarno sudah beranak istri.
Informasi di lapangan menyebutkan, kejadian itu berlangsung Senin pagi sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu pelaku berkunjung ke rumah korban dan menginap selama dua hari. Diduga saat tengah berduaan di dalam rumah tersebut, pelaku meminta hubungan intim terhadap korban. Permintaan itu diduga ditolak mentah-mentah oleh korban, kendati mereka telah bertunangan bahkan akan menikah.
Penolakan itu langsung membuat Sukarno emosi. Dengan mengeluarkan sebilah parang dari balik bajunya, pelaku langsung menyerang korban. Korban mencoba menangkis serangan. Namun apes, lantaran hanya dengan tangan kosong, tiga jemari tangan kanannya putus.
Belum berhenti begitu saja, pelaku yang beringas masih menyerang korban hingga membacok bagian kepala kekasihnya hingga robek menganga sekitar 20 cm dan langsung kabur melarikan diri.
”Kami sendiri tidak tahu persis penyebab penganiayaan itu secara pasti, namun akibat bacokan parang itu membuat kepala korban luka dan tiga jemarinya luka,” papar Suyono, adik ipar korban. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




