Tosoto….” Mendengar kata ini yang terlintas di benak Asnda pasti Soto Madura. Dan perkiraan Anda ini tidak salah sama sekali. Tosoto adalah sebuah restoran baru yang ada di Kota Solo, yang menjual soto Madura sebagai menu andalannya.
Resto yang satu ini adalah milik Cyntia Kurnia Dewi. Meskipun kedua orangtuanya asli Solo, namun Chytia menghabiskan sebagian besar hidupnya di Surabaya. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk membuka restoran yang menjual makanan-makanan khas Jawa Timur.
Cyntia lahir dan besar di Kota Pahlawan, baru pada tahun 2004 lalu ia beranjak ke Solo. Pada awalnya, wanita berusia 34 tahun ini, membuka Kantin Pinilih. Ia membuka kantin ini di depan rumahnya yang ada di Jalan Bhayangkara 63 Solo. Bukan makanan Jawa Timur yang dijualnya melainkan, masakan-masakan khas Jawa Tengah seperti gado-gado, selat solo, pecel, rawon, dan sup buntut.
Empat tahun berjalan, rupanya kerinduan Cyntia pada masakan-masakan Jawa Timur tidak bisa dipendam lagi. Ia pun memutuskan menambahkan beberapan menu makanan khas Jawa Timur-an ke dalam restorannya. Tidak ingin repot-repot melakukan pengembangan usaha, wanita berjilbab ini pun memutuskan membeli franchise Tosoto.
Tosoto adalah sebuah brand yang bergerak di bidang makanan dan berdiri pada tahun 2008 lalu. Tosoto merupakan sebuah paket lengkap yang terdiri dari brand andalan soto Madura Wawan, yang sudah ada sejak tahun 1988, Soto Ayam Lamongan Pak Rejo dan Bebek Goreng Harissa.
Tosoto milik Cyntia adalah cabang yang ke-23. Franchise yang berpusat di Surabaya ini sudah memiliki cabang-cabang yang tersebar di seluruh Nusantara seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan masih banyak lagi. “Ini sebagai brand utama kami, makanya namanya kita ganti jadi Tosoto,” jelas Cyntia.
Kuah Daging
Tosoto resmi dibuka pada tanggal 29 November 2009 lalu. Namun meskipun nama berganti, Cyntia tidak menghilangkan menu-menu lama khas Kantin Pinilih. Apalagi kantin ini sudah memiliki pelanggan-pelanggan tetap yang selalu mencari menu khas Jawa. Menu-menu lama ini kemudian dijadikan dalam satu jenis menu yang dinamakan menu Pinilih.
Dengan brand baru Tosoto ini, Cyntia coba menghadirkan alternatif menu makanan yang berbeda dengan menu kebanyakan di Kota Solo. Sebagai andalan pertama adalah soto Madura. Berbeda dengan soto kwali Solo yang berkuah bening, kuah Soto Madura berwarna kuning kecokelatan. Namun meskipun berwarna kecoklatan, bukan berarti kuah soto ini terbuat dari santan melainkan dari kaldu daging sapi. Sehingga tidak menimbulkan rasa enek sama sekali.
Anda bisa menikmati soto Madura dalam beberapa pilihan varian. Ada soto Madura telur, soto madura daging, paru, babat, ati otak, usus, atau buntut, tergantung selera.
Soto Madura cocok dinikmati bersama sepiring nasi ataupun lontong. Dijamin Anda tidak akan kecewa memesan menu yang satu ini karena isian soto diberikan dalam ukuran yang cukup besar. Berbeda dengan soto kwali yang hanya terdiri dari bebarapa irisan kecil daging sapi
Lidah Orang Solo
Selain soto Madura, jangan lupa mencicipi soto ayam lamongan. Menu ini cocok bagi Anda yang tidak mengkonsumsi daging sapi. Soto lamongan ini disajikan dengan koya, yaitu bubuk halus yang terbuat dari kerupuk udang dan ikan. “Ini memang khasnya soto Lamongan, pakai koya. Jadi rasanya lebih mantep lagi,” tutur ibu tiga anak ini.
Tidak hanya kedua menu ini, masih ada satu lagi menu andalan yang sayang untuk dilewatkan yaitu bebek goreng Harissa. Bebek goreng ini disajikan bersama dengan sambel istimewa yang dibuat dengan bumbu-bumbu khusus. “Ada satu menu varian dari bebek goreng Harissa ini, yang banyak dipesan tamu yaitu nasi goreng bebek suwir. Jadi untuk isiannya kita tambahkan suwiran bebek goreng dan dimakannya juga pake sambel khusus tadi. Ini yang membedakan dengan nasi goreng-nasi goreng lainnya,” jelas Cyntia.
Padahal, menurut Cyntia, pada saat ia mau membuka restoran Jawa Timur-an banyak orang yang menilai usahanya tidak akan berhasil. Karena menurut mereka masakan Jawa Timur tidak akan cocok dengan lidah orang Solo. Namun semua perkataan negatif orang ini, bisa ditepis oleh Cyntia. (Rachmadhani Fitriastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







