SOLO—Malam bebas kendaraan atau Car Free Night (CFN) yang akan dihelat Sabtu (31/12) hingga Minggu (1/1) dini hari di sepanjang jalan protokol, Jalan Slamet Riyadi akan diramaikan dengan pentas seni dari berbagai macam genre. Pentas seni tersebut akan dibagi sesuai dengan genre dan macamnya ke dalam tujuh titik panggung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Widdi Srihanto menjelaskan, tujuh panggung di sepanjang Jalan Slamet Riyadi akan diisi sejumlah potensi lokal dari berbagai genre kesenian. Selain itu CFN juga akan diisi dengan kirab dari 20 kelompok kesenian. Start kirab mulai dari perempatan Solo Center Point hingga finis, Gladag.
"Puncak acara bakal digelar di Pasar Pon bersama Walikota Joko Widodo dengan pesta kembang api. Nantinya kirab budaya juga sudah disiapkan dengan 20 kelompok seni. Mereka akan tampil berkelompok misalnya, empat sampai lima kelompok yang membawa lampion dan ting," kata dia
Widdi menguraikan tujuh titik panggung di antaranya, di perempatan Solo Center Point yang akan diisi oleh pentas seni khas Tionghoa dari PMS. Kemudian panggung di depan Solo Grand Mall (SGM) akan ada panggung musik dari berbagai genre mulai rock, metal, dan jazz.
Kemudian kesenian tradisional ketoprak dan suguhan dari berbagai sanggar seni akan diberi tempat di panggung pertigaan Sriwedari. Sedangkan panggung di depan nDalem Wuryaningratan akan diisi musik hadrah dan sajian tembang macapatan Jawa.
Sedangkan iringan musik karawitan akan ditempatkan di panggung timur Gedung Bethari. Kemudian di perempatan Pasar Pon digunakan untuk pentas musik keroncong dan perkusi. Terakhir, di bundaran Gladag disajikan pagelaran wayang kulit.
Sementara itu Dinas Perhubungan telah menyiapkan 125 personel di 16 persimpangan untuk pelaksanaan CFN. Dinas Perhubungan akan melakukan manajemen lalu lintas di Jalan Slamet Riyadi, yakni seluruh aktivitas kendaraan bermotor sudah harus steril sejak pukul 20.30.
"Kami memperketat penjagaan di Ring I, seluruh persimpangan yang berhadapan langsung dengan Jalan Slamet Riyadi. Sementara untuk sterilisasi jalan sudah kami mulai sejak pukul 20.30. Surat pemberitahuan itu juga sudah kami sampaikan ke pelaku usaha dan pengelola parkir," kata Kepala Dishub Yosca Herman Soedrajad, didampingi Kepala Bidang Lalu Lintas Sri Baskoro, Rabu (28/12).
Penjagaan tersebut juga melibatkan Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Penertiban tak hanya fokus di persimpangan Ring I, tetapi juga yang berada di simpang menuju jalur utama dan jalan alternatif.
"Perkiraan arus tiap pergantian tahun mencapai 150.000 kendaraan. Tetapi untuk tahun ini kami perkirakan ada penurunan karena sebagian warga akan beralih moda tanpa kendaraan bermotor, seperti becak dan sepeda. Meski begitu kami tidak akan menyepelekan hal tersebut," ungkap Baskoro.
Dia menjamin, adanya program CFN dan pengetatan keamanan akan mengurangi keluhan masyarakat soal pelecehan yang sering terjadi pada saat konvoi kendaraan berlangsung. Apalagi perayaan tersebut akan terpusat di sejumlah panggung hiburan.
"Mereka juga bisa lebih nyaman menikmati hiburan tanpa terganggu asap dan bisingnya kendaraan. Ini sekaligus menekan tingkat kecelakaan dan kemacetan," terangnya.
Dini Tri Winaryani
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




