Renovasi Terminal Tirtonadi menjadi pusat transportasi dan perputaran ekonomi di Kota Solo ditarget selesai tahun 2011. Diharapkan, ke depan Terminal Tirtonadi mampu mendongkrak Pemasukan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Solo.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad sendiri mengatakan, terminal itu nantinya akan dilengkapi kios-kios sebagai pusat perbelanjaan. Sementara lantai II akan dijadikan pusat perbelanjaan oleh-oleh dan kerajinan tangan.
Kita yakin pembangunan terminal induk Kota Solo merupakan bagian dari grand design Pemkot Solo yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan Solo ke depan. Bayangkan saja, setiap harinya Terminal Tirtonadi dikunjungi sekitar 25.000 orang dari 2.800 bus.
Dari jumlah dan asal pengunjung ini saja, secara kasar dapat diperkirakan, seberapa luas promosi dapat sampai ke sasaran. Terlebih, promosi Solo ini memang sudah digencarkan sejak awal.
Jika dimaksimalkan, pasar kerajinan tersebut bisa menjadi media promosi yang luar biasa ke dunia luar. Meski begitu, Pemkot tetap harus mendengarkan aspirasi dan kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan tergusurnya pasar tradisional oleh kehadiran pusat perbelanjaan di Terminal Tirtonadi itu.
Karena itu, Pemkot perlu flash back pada pasar-pasar tradisional yang telah berhasil direnovasi selama ini. Pemkot harus peka mencermati “persoalan ikutan” yang muncul pascarenovasi pasar tradisional.
Misalnya, soal keadilan pembagian kios, besaran retribusi, masalah sepinya kios-kios di lantai atas, serta merebaknya para pedagang dasaran di pinggir-pinggir jalan sekitar pasar.
Jika Pemkot berhasil meningkatkan daya tarik pasar tradisional sekaligus meniadakan keresahan pedagang, kita yakin tak akan ada lagi ganjalan-ganjalan di Solo untuk melakukan promosi keluar dalam segala lininya. Sebagaimana kerajinan dan bisnis batik tradisional di Solo yang cukup menggeliat, kita berharap pasar kerajinan di Terminal Tirtonadi dapat merangsang industri kerajinan lain di Solo untuk lebih bergairah.
Dengan demikian, tidaklah berlebihan kiranya jika kita berharap roda pembangunan yang digenjot oleh Pemkot Solo akan saling memperkaya dan menggenapi, dan bukan saling meniadakan satu sama lain. (***)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







