Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Mengembangkan Agrowisata

Jumat, 29/01/2010 11:00 WIB -

Kecamatan Jatinom, Klaten mulai menunjukkan potensi ekonomisnya dari hasil agraria. Selain hasil tanaman pangan berupa beras dan jagung, kecamatan ini mulai merambah sentra buah-buahan. Bagaimana mengelola sentra tersebut, berikut wawancara reporter  Joglosemar, Abdul Alim Muhamad Zamzami dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Jatinom, Widodo.

 Seberapa besar potensi Jatinom di bidang agraris?
Kondisi alam di kecamatan ini sangat mendukung untuk bercocok tanam. Wilayah ini terletak di ketinggian 200-400 meter di atas permukaan laut.
Curah hujan cukup. Sistem penanaman yang diselaraskan dengan kondisi alam sangat menentukan keberlangsungan produktivitasnya. Sarana dan prasarana pertanian walaupun tidak modern, tapi cukup untuk mengakomodasi para petani. Selain itu,13 desa di kecamatan ini semuanya dapat ditanami tanaman produktif. Hingga saat ini, hasil agraris selalu menjadi pokok mata pencaharian mayoritas penduduk.
 Jenis agrowisata apa yang potensial di Jatinom?
Ada berbagai hasil agronomi yang menjadi primadona daerah Jatinom. Yaitu hasil tanaman pangan dan buah-buahan. Tanaman pangannya yaitu beras dan jagung. Namun itu masih lazim di daerah pedesaan pada umumnya. Buah-buahan lah yang akan kami tingkatkan dalam promosinya. Kami mempunyai produk agraris unggulan, yaitu durian. Ada 5.400 pohon tersebar di 13 desa. Setiap pohon menghasilkan sekitar 100 butir per tahun. Dan varietasnya tergolong unggulan. Tiga varietas yang kami kembangkan. Tahan terhadap hama dan kualitas terbaik. Kami memasarkannya dengan harga terjangkau dan kualitas baik. Buah durian ini kecil namun rasanya legit. Jenisnya ada Otong, Petruk dan varietas lokal. Harganya dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000. Bidikan kami pada konsumen tingkat menengah ke bawah.
 Bagaimanakah cara menarik stakeholder untuk mengembangkan agrowisata Jatinom ?
Kami mengemasnya menyeluruh dengan potensi yang ada. Seperti potensi wisata budaya dan promosi kepariwisataan. Kebetulan juga setiap musim durian bertepatan dengan prosesi Yaqowiyyu tahunan. Sehingga oleh pihak pemerintah setempat difungsikan pula ajang tahunan ini sebagai promosi produk agrowisata lokal. Dan dari sekian tahun berjalan selalu berhasil menarik wisatawan melirik durian ciri khas Jatinom.
 Kendala apa saja untuk mewujudkan Jatinom sebagai sentra agrowisata ?
Banyak kendala yang kami alami. Terutama persoalan kerawanan hama. Untuk durian sendiri tidak banyak mengalami masalah. Tetapi jenis hasil buah lain sangat rentan. Bahkan karena hama kutu putih, semua buah pepaya ratusan hektare gagal panen. Pemerintah melalui dinas terkait makin mencermati situasi ini. UPTD Dinas Pertanian berlokasi di wilayah ini mengadakan kajian dan penelitian untuk mengatasi hama yang mengancam. (***)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :