Senin, 06/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Menara Gading

Jumat, 03/09/2010 09:00 WIB - (***)

Rupa-rupanya, sekarang ini narsisme benar-benar sudah menjadi gaya hidup di negeri ini. Tidak terkecuali di tubuh wakil rakyat yang duduk di gedung DPRD maupun di DPR pusat.
Di tingkat daerah, para anggota DPRD Solo ramai-ramai mengajukan anggaran dana pengadaan laptop mewah. Alasan yang dikemukakan para wakil rakyat itu sekilas memang terlihat logis, yakni untuk menunjang kinerja anggota dewan.
Lalu di DPR pusat, kita juga disuguhi tontonan yang tak kalah menarik, namun cukup mengusik perasaan. Yakni rencana pembangunan gedung baru 36 lantai, dengan anggaran mencapai Rp 1,1 triliun. Gedung akan dilengkapi fasilitas super mewah, seperti spa, kolam renang, fitness center dan tempat istirahat (rest room) yang cukup nyaman.
Mungkin karena begitu hebatnya virus narsisme itu merasuk dalam urat nadi para wakil rakyat, sampai-sampai Ketua DPR Marzuki Ali bilang, pembangunan gedung super mewah tersebut untuk meningkatkan unit pendukung sebagai bagian dari reformasi di tubuh DPR.
Karena itu, dengan gaya bahasa yang santun dan lemah lembut, Marzuki Ali meminta masyarakat memahami kepentingan DPR tersebut. Dikatakannya, gedung baru itu sengaja dibuat mumpuni untuk memberikan ruang kerja yang efektif bagi kinerja anggota dewan.
Nyaris sama dengan yang dikemukakan anggota DPRD Solo, argumentasi yang dilontarkan para wakil rakyat di DPR Pusat itu terkesan logis demi peningkatan kinerja. Pertanyaannya, benarkah fasilitas semacam itu dapat meningkatkan kinerja para wakil rakyat?
Jika kita menggunakan kaca mata rakyat, dari sudut pandang mana pun, pembangunan gedung DPRD dengan fasilitas mewah tersebut jelas tidak menemukan titik temu dengan peningkatan kinerja wakil rakyat.
Justru yang tampak adalah, para wakil rakyat sekarang ini tengah membangun menara gading yang tinggi, dan semakin jauh dari rakyat yang diwakilinya. Jika kita masih ingat pepatah Jawa yang mengatakan, seorang pemimpin adalah wakil rakyat, dan wakil rakyat harus mau ajur ajer dengan rakyat, tentunya pertunjukan di atas tidak bakal terjadi.
Kritikan dan ungkapan keberatan atas rencana pembangunan gedung yang akan dinamai gedung Aspirasi tersebut sebenarnya sudah berdatangan dari berbagai elemen.
Jadi nantinya rakyat jangan kaget kalau suatu ketika datang ke Gedung Aspirasi untuk mengadukan sebuah persoalan, namun mendapat jawaban: “Mohon maaf, kami sedang pijat, kami butuh kebugaran untuk menyelesaikan segala persoalan rakyat. Jadi sekali lagi, mohon dimaklumi.” (***)

 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :