Memasuki peralihan musim biasanya berbagai penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti halnya influenza akan mudah menyerang kita. Mungkin selama ini penyakit tersebut selalu kita anggap sepele, namun, apabila tidak berhati-hati dalam melakukan tindakan saat perawatan maka risiko tuli pun akan mengancam.
Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan para pakar pernapasan di Amerika Serikat, kecepatan bersin di saat influenza bisa mencapai 160 km/jam. Bahkan, apabila bersin itu ditahan, bisa berisiko memaksa kembali bakteri masuk ke dalam rongga hidung serta kanal telinga. Jika hal itu terjadi secara berulang-ulang, akibatnya bakal memecahkan selaput gendang telinga yang berujung pada ketulian.
Pakar kesehatan saluran pernafasan, RSUD Dr Moewardi Solo, Prof Suradi, membenarkan, bila influenza akan mampu menyebabkan gangguan pada sekitar telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). ”THT adalah organ utama dari saluran pernapasan atas. Jadi otomatis ketiganya rentan untuk terjadi infeksi yang lebih parah, apabila kita tidak memahami cara merawat dan menyembuhkannya secara benar,” katanya.
Dia menjelaskan, saat influenza menyerang, maka, saluran THT akan dipenuhi dengan lendir yang bisa membuntukannya. Akibatnya, maka rongga telinga tengah dan tenggorokan pun akan terbuka. Kondisi ini memicu tekanan udara di sekitar THT. ”Hal ini bisa menimbulkan pelebaran infeksi yang ditandai dengan timbulnya rasa nyeri,” imbuhnya.
Jika daya tahan tubuh semakin melemah, dan ketika bersin ditahan maka infeksi pun akan semakin parah sehingga menyebabkan infeksi telinga tengah (otitis media porforasi). Apabila berulang kali menahan bersin, maka getaran yang ditimbulkan, bisa merobek selaput gendang telinga yang terinfeksi. Lebih parahnya, kondisi itu bisa berujung pada hilangnya pendengaran. ”Kalau yang meler itu bukan hanya hidung tapi juga telinga, kita harus waspada. Itu tandanya sudah terjadi infeksi di telinga tengah,” ungkapnya.
Bersin sebenarnya berguna untuk melonggarkan kebuntuan di saluran THT, dan menjaganya dari timbunan lendir yang berlebihan. Dia menegaskan, justru akan menjadi keberuntungan apabila mampu terjadi refleks bersin yang berulang-ulang, sebab hal tersebut akan mampu membuat proses pembersihan saluran THT dari lendir menjadi maksimal.
Menurutnya, sebuah kesalahan besar, apabila penderita influenza menahan bersin dengan alasan apapun. Sebab selain menyebabkan bakteri masuk kembali ke saluran pernafasan, penahanan bersin itu akan berpotensi memecahkan gendang telinga yang berujung pada ketulian. ”Mau bersin ya bersin saja, jangan ditahan-tahan. Kalau takut dibilang menjijikkan dan menulari orang, kemana-mana bawa sapu tangan atau masker, daripada bersinnya ditahan tapi berisiko fatal,” tandasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pencegahan dan penyembuhan ISPA terutama influenza itu kuncinya terletak pada daya tahan tubuh, serta pola hidup yang sehat. Sebab hingga saat ini belum ditemukan obat yang secara pasti mampu mengobati influenza untuk selamanya. (Deniawan Tommy Chandra Wijaya)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







