Pekerjaan rumah yang saat ini, sedang coba diselesaikan oleh komunitas Motor Grand Solo (Mogras) yakni mengajak anak muda untuk tidak malu mengendarai motor Grand. “Kami mencoba menjelaskan kepada para anak muda, motor ini tidak terbelakang dan kalah jika dibandingkan dengan motor lainnya,” papar Ari, salah satu pendiri Mogras.
Dengan mengusung moto brotherhood, Mogras mencoba untuk memperkenalkan keramahan yang dimiliki oleh kota tempat komunitas ini dilahirkan. “Ketika melakukan touring di sejumlah kota besar lain yang berada di luar Solo, kami selalu memperkenalkan Solo ini memiliki masyarakat yang ramah dan dapat menerima siapa saja yang bertandang,” lanjut Andi.
Adi dan kawan-kawan ingin memberikan kontribusinya tidak hanya bagi kota Solo, tetapi juga bagi para anggotanya. “Sebisa mungkin kami ingin memberikan manfaat bagi Kota Solo khususnya dan para anggota Mogras sendiri umumnya.”
Mogras selalu mempromosikan Solo sebagai kota dengan penduduk yang ramah, maka bagi para anggota sendiri juga mendapatkan berbagai manfaat dengan bergabung dengan Mogras ini.
Solid
Andi yang memang sudah sejak lama bergabung dengan komunitas ini mengungkapkan banyak yang didapat dari bergabung dalam komunitas. “Saya bergabung dengan Mogras ini sejak pertama kali terbentuk, banyak manfaat yang saya dapatkan. Dulunya saya merupakan orang yang pendiam, tetapi semenjak bergabung dengan Mogras, saya menjadi mendapatkan banyak teman dan kemudian secara tidak sengaja mengubah diri saya yang tadinya pendiam menjadi lebih aktif.”
“Sekarang kalau melakukan touring jadi lebih banyak teman, dulunya kan touring sendiri.”
Andi mengisahkan pada awal mulanya bergabung dengan Mogras ketika ia bertemu dengan Adi di salah satu daerah gempa. “Ketika itu saya bertemu dengan Adi waktu bakti sosial di Gunung Merapi, saat itu saya kok menjadi tertarik dengan komunitas ini.”
Siapa sangka komunitas yang solid ini pernah mengalami kevakuman beberapa waktu lalu. “Beberapa waktu lalu kami memang sempat vakum karena ada perbedaan visi dan misi antaranggota, namun saat ini sudah kembali normal,” lanjut pria yang bekerja di salah satu perusahaan tersebut. (tia)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




