Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Melihat Mobdin Para Menteri dari Masa ke Masa

Jumat, 30/10/2009 16:39 WIB - ara/oke

Rencana pemerintah yang akan mengganti mobil dinas (mobdin) para Menteri  menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Betapa tidak, saat kondisi ekonomi belum pulih betul, angka  pengangguran masih tinggi serta bencana yang beruntun terjadi di Tanah Air, rencana itu terasa mencederai rakyat. Belum lagi, tahun 2010 mendatang rencananya gaji para pejabat akan naik.
Informasi yang berkembang, para pembantu presiden periode 2009-2014 akan mendapat jatah mobil Toyota Crown Majesta. Mobil ini jika masuk ke Indonesia harganya hingga di atas Rp 1,8 miliar sudah termasuk pajak. Angka yang cukup fantastis, bukan!
Namun, Setelah ramai diberitakan kemungkinan besar mobil tersebut akan diganti. PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai pemegang merek mobil Toyota di Indonesia rupanya telah menyiapkan Crown Royal Saloon 3.0 G A/T.
Fakta baru ini terungkap dari data yang melalui Departemen Perindustrian (Depperin) bahwa TAM telah memperoleh surat Tanda Pendaftaran Tipe Kendaraan Bermotor (TPT) dari Depperin untuk sedan tersebut melalui nomor TPT 1027/IATT/TPT/10 /2009. TAM telah berniat untuk melakukan impor Toyota Crown Royal Saloon 3.000 cc tersebut dari Jepang sebanyak 150 unit. Harga per unitnya Rp 1 miliar.
Tapi  sebelum mengenal lebih jauh Toyota Crown Royal Saloon, ada baiknya lebih mengenal mobdin para menteri sejak presiden pertama.  Presiden Soekarno, seperti dilansir  vivanews.com, memberikan masing-masing satu mobil dinas Dodge Dart untuk perdana menteri, wakil perdana menteri dan para menteri. Mobil ini bisa dibeli menteri yang telah lepas jabatan atau mengundurkan diri.
Lanjut ke Rezim Soeharto.  Presiden yang memimpin Tanah Air selama 31 tahun ini  terkenal sangat  fanatik dengan mobil Volvo sebagai mobil dinas. Seri 264 GL yang eksklusif dan mewah dipakai para menteri kabinet setelah 1978.
Lalu pada kepemimpinan presiden ketiga, BJ Habibie kemudian Presiden  Abdurrahman Wahid dan dilanjutkan Megawati, mereka masih menggunakan mobdin peninggalan Soeharto.  Volvo 960 dibeli menjelang Konferensi Tingkat Tinggi APEC 1992 yang disediakan bagi para pemimpin sejumlah negara. Harganya sekitar Rp 350 juta.
Sementara, Periode kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  2004-2009, setelah sekitar setahun memimpin kabinet baru, Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan pemakaian Volvo.
Pemerintah membeli 60 unit Toyota Camry V6 dengan biaya Rp 21 miliar atau harga per unitnya Rp 350 juta. Mobil ini dipakai para pejabat negara, menteri kabinet dan para pemimpin lembaga negara.
Nah, untuk menteri periode 2009-2014 ini, info yang berkembang terakhir awak Kabinet  Indonesia Bersatu Jilid II akan menggunakan Toyota Crown Royal Saloon. Sebelum dipakai para pejabat itu, ada baiknya kita mengenal  mobil pabrikan Jepang ini.
Toyota Crown Royal Saloon generasi ke-13 lahir di Jepang Februari 2008 lalu. Saat itu, selain Royal Saloon G, Toyota juga meluncurkan varian Crown Athlete. Pihak Toyota mengatakan, baik Crown Royal Saloon maupun Athlete dilengkapi dengan teknologi tercanggih, seperti pre crash safety system.
Mengendara Malam Hari
Teknologi ini dapat mendeteksi bukaan kelopak mata pengemudi saat mengantuk. Selain itu, juga terdapat teknologi night view untuk membantu pengendara saat malam hari.
New Crown juga dilengkapi dengan fitur fuell efficient driving system. Di Jepang, mobil ini dipatok mulai 5,95 juta Yen atau sekitar Rp 639 juta. Namun jika masuk ke Indonesia maka akan dibebankan bea masuk sebesar 45 persen serta berbagai pajak lainnya, maka kemungkinan harga mobil ini akan mencapai sekira Rp 1 miliar. Kita tunggu saja, mobil apa yang bakal dipakai menteri negeri ini. (ara/oke)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :