arport merupakan area di bagian depan rumah yang menghubungkan pintu pagar dengan garasi atau teras. Desain rumah modern dewasa ini selalu menyertakan carport ataupun garasi sebagai bagian dari arsitektur rumah.
Keberadaan carport sangatlah penting saat dihadapkan dengan permasalahan lahan yang minim. Tidak usah membangun garasi yang membutuhkan biaya yang mahal. Area di depan rumah tinggal diberi atap dari besi dan lantai diberi hardscape, maka bisa disulap menjadi garasi, tanpa harus menyediakan lahan khusus.
Selain itu, keberadaannya juga sangat penting sebagai pemanis eksterior. Bahkan carport bisa juga digunakan sebagai focal point hunian. Yakni bisa dengan menambahkan elemen taman dan aksen warna yang menjadikan rumah terlihat manis.
Muchamad Asa’d, dosen Fakultas Teknik UNS, jurusan Arsitektur UNS menjelaskan keberadaan carport pada zaman sekarang menjadi kebutuhan bagi para pemilik rumah baik itu tipe kecil, sedang ataupun besar. Awalnya carport ini hanyalah sebagai halaman rumah saja yang berfungsi sebagai jalan lewat.
Seiring bertambahnya kebutuhan halaman pun disulap menjadi tempat memarkirkan mobil atau halaman depan. Selain memiliki nilai fungsional yang penting, carport juga dapat memberikan kesan yang kuat terhadap eksterior hunian.
“Kesan estetik sebenarnya tidak begitu penting, tapi biasanya orang sering membuat carport menyesuaikan tipe rumahnya. Seperti halnya rumah minimalis, carport-nya dibuat sesimpel mungkin,” katanya.
Jangan Asal-asalan
Menurutnya pengadaan carport sangat membantu bagi para pemilik mobil. Pasalnya pembuatan carport hanya mengeluarkan butget minim ketimbang harus membuat garasi mobil.
”Carport ini kan sebenarnya hanya memanfaatkan halaman depan kemudian ditambah dengan peneduh. Kalau lahan rumah hanya minim, setidaknya si pemilik rumah harus memikirkan berapa luas yang akan dibuat carport saat tahap pembangunan,” imbuhnya.
Dalam merencanakan membuat carport, sebaiknya harus diperhatikan dari segi pemanfaatannya. Misalkan jika carport digunakan untuk lahan bermain anak perhatikan pertemuan tepi jalan dengan carport hendaknya tidak terlalu curam untuk menghindarkan anak-anak dari hal yang membahayakannya. Jika anak-anak terburu-buru mengeluarkan sepedanya dan carport yang cenderung curam dapat menyebabkan anak tersebut jatuh.
Asa’d juga menyarankan agar pembuatan carport dari sisi ukuran, keamanan dan kekuatannya. Jika lahan hanya minim paling tidak sisakan lahan berukuran 3x6 meter. Namun, untuk idealnya sebaiknya bisa membuat carport dengan ukuran 4x6 meter. Jadi tidak hanya sekadar membuat carport saja tapi juga harus dipertimbangkan bagaimana jika untuk membuka pintu mobil.
“Yang perlu diperhatikan adalah lebar carport harus dibuat selebar pintu pagar rumah. Panjangnya juga sebaiknya melebihi panjangnya mobil. Jadi jangan asal-asalan, bagaimana para penumpang ataupun sopir bisa keluar masuk dengan nyaman ketika mobil diparkirkan di lahan carport,” tuturnya.
Sri Ningsih
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




