Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Melihat Lebih Dekat Sepeda Listrik di Solo

Kamis, 31/12/2009 11:00 WIB - Lucia Desy Kurniawati

Sepeda elektrik merupakan inovasi dari sebuah sepeda konvensional. Sepeda konvensional hanya dapat dikayuh, sedangkan sepeda elektrik merupakan sepeda bermesin listrik yang menjadi sumber tenaganya, bukan berbahan bakar minyak seperti sepeda motor pada umumnya.
Sudah banyak sepeda listrik yang dijual di pasaran, tetapi perkembangannya sangat berbeda dengan sepeda konvensional yang makin dicari para biker. Digalakkan program bike to work juga meningkatkan penjualan sepeda jenis ini.
Saat ini di pasaran banyak sepeda elektrik yang bermerk China seperti Sunrace, Crown, Eterna dan Wimcycle. Bentuknya menyerupai sepeda pada umumnya dan bahkan ada yang seperti sepeda motor. Tetapi konsumen cenderung memilih sepeda elektrik dengan bentuk sepeda kayuh dengan tambahan body depan seperti motor.
Dari merek-merek ini, sepeda elektrik mempunyai cara kerja yang sama yaitu tenaga utamanya menggunakan accu yang dapat di-recharge sehingga lebih ekonomis. Namun apabila tenaga accu habis sepeda dapat dijalankan seperti sepeda konvensional yaitu dikayuh.
Penggunaannya mudah, dengan kunci seperti sepeda motor, sepeda elektrik sudah dapat digunakan dengan digas melalui stang. Dan pengeremannya juga seperti sepeda kayuh.
Pada stang sepeda terdapat lampu indikator sebagai tanda penuh atau habisnya baterai. Jadi tidak perlu khawatir apabila sepeda elektrik Anda kehabisan baterai, karena lampu indikator tersebut akan selalu menyala apabila sedang digunakan.
Rata-rata accu berkapasitas 36 volt-12 AH dan dengan kekuatan dinamo 800 watt. Pada saat pengisian membutuhkan waktu empat sampai enam jam untuk pengisian accu rutin, dan bila benar-benar accu habis pengisian memerlukan waktu maksimal delapan jam. Sedangkan jarak tempuh apabila baterai dalam keadaan penuh dapat mencapai jarak 40 km-50 km. Dengan kecepatan
35 km-45 km per jam.
“Kalau baterai penuh, sepeda dapat digunakan hingga jarak 40km-50km. Dan dapat digunakan di jalur cepat ataupun jalur lambat,” papar Sutopo, pegawai toko sepeda Rukun Makmur Jalan Slamet Riyadi, kepada Joglosemar, Rabu (30/12).
Harga Bervariasi
Meskipun sepeda elektrik, tetapi terdapat berbagai fitur yang umumnya terdapat di sebuah motor. Seperti klakson, headlamp, turn sign, dan kaca spion. Bahkan ada beberapa merek sepeda elektrik yang mempunyai bagasi, seperti merk Eterna, Sunrace dan Wimcycle. Untuk sepeda elektrik yang tidak ada bagasi, terdapat keranjang seperti sepeda kayuh lainnya.
Dan hampir semua sepeda elektrik dilengkapi kunci untuk menjalankan, seperti sepeda motor. Dan bahkan terdapat kunci pengaman pada sepeda elektrik. Jika pada sepeda motor terdapat pengaman berupa kunci stang, begitu juga pada sepeda listrik tetapi dalam bentuk pengunci roda dan hanya dapat dibuka dengan kunci utama. Dalam beberapa merek ada kemudahan sebuah sepeda elektrik dapat dilipat stangnya, hal ini untuk memudahkan bila sepeda akan dimasukkan dalam mobil. Selain itu, jok sepeda elektrik juga dapat ditinggikan dan direndahkan sesuai dengan penggunanya. Hal ini memudahkan untuk pengguna yang memiliki tinggi badan kurang.
Pada umumnya pengguna dari sepeda elektrik adalah pelajar SLTP dan orang lanjut usia. Karena selain aman dibanding sepeda motor, pengguna sepeda listrik juga tidak memerlukan SIM, bebas polusi, tidak perlu membayar pajak dan juga pengoperasiannya lebih mudah.
“Konsumen kebanyakkan anak yang membelikan untuk orang tuanya, karena lebih aman. Karena mayoritas konsumen mengeluh bila orang tuanya menggunakan sepeda motor, karena beberapa kali mengalami kecelakaan. Selain itu kan pengoperasian sepeda elektrik ini lebih ekonomis,” jelasnya Sutopo.
Harga dari sepeda listrik ini bervariasi, dari harga Rp 3,5 juta untuk merek Sunrace hingga Rp 7,9 juta merek Wimcycle. Dengan harga yang jauh lebih murah dari sepeda motor, sepeda listrik mempunyai satu kekurangan, yaitu hanya ada satu ukuran di pasaran. Jadi hanya dapat digunakan oleh orang dewasa.
“Ukurannya hanya satu, tidak ada ukuran untuk anak-anak. Jadi konsumen pun juga terbatas untuk usia dewasa saja dan mayoritas pembeli memeilih sepeda elektrik berbentuk sepeda kayuh bukan yang seperti motor,” jelas Ny David, pemilik toko sepeda Tandjung Makmur Jalan Yos Sudarso No 300.
Penjualan sepeda elektrik masih terbatas karena kebutuhan konsumen cenderung untuk memilih sepeda motor dan sepeda konvensional atau sepeda kayuh. Penjualan yang tidak pasti untuk 1 bulan paling banyak 4 unit sepeda elektrik ini terjual.
Saat ini jumlah sepeda motor makin bertambah, untuk mengurangi polusi sepeda elektrik dapat menjadi pilihan konsumen yang perlu mobilitas dan perduli lingkungan. (Lucia Desy Kurniawati)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :