Tak semua orang mampu melakukan apa yang kini menjadi hobi Bambang Kuntoro Murti atau biasa dipanggil Ipoenk. Dengan ide-ide kreatifnya, ia memanfaatkan waktu luang untuk merekam segala polah tingkahnya sehari-hari.
Sejak tahun 2007 lalu, Ipoenk sengaja mengabadikan profilnya dalam video arts, hingga telah terkumpul tujuh cuplikan video dengan durasi masing-masing lima menit. Ia selalu sigap di saat apa pun, jika ada momen yang cocok menggambarkan sosoknya, bergegas ia rekam dengan kameranya.
Seolah ingin memamerkan karyanya di depan khalayak remaja Solo, Ipoenk hadir di Gedung Kesenian Solo (GKS), Jumat (20/8), dalam acara pemutaran video arts dan bedah karya video. “Tujuh karya video arts yang saya buat merupakan kompilasi cuplikan dengan satu konsep yakni personal video. Apa yang ada dalam diri saya sebagian besar tergurat jelas dalam video arts tersebut,” kata Ipoenk, di sela-sela acara.
Jeli dan Cepat
Selama kurang lebih tiga tahun ia merasakan beragam benturan keras di mana cerita unik yang dialami berlomba-lomba muncul ke permukaan. Hal ini jelas membuat mahasiswa Universitas Atmajaya angkatan 1999 itu bertambah bingung. Namun terlepas dari itu semua, letak kejelian seorang video maker dalam hunting objek cerita dituntut ekstra cepat.
“Tak semua karya yang dibuat semulus dengan yang dibayangkan sebelumnya. Target saya untuk ke depannya bakal mengumpulkan 10 cuplikan video arts yang kini baru ada tujuh buah,” harapnya.
Namun, jika berbicara keuntungan membuat video arts, Ipoenk mengaku lebih condong pada kepuasan batin. Ia menganggap sebuah mahakarya yang tak ternilai harganya. Selain itu, proses penggarapan yang masih dilakukan manual malah justru terlihat alamiah.
Video Robber 1,5 yang merupakan karya video eksperimental Ipoenk adalah salah satu karyanya. Dibeberkannya sejak tahun 1998 ia telah banyak menelurkan karya, mulai dari produksi video klip, video iklan, dan film layar lebar yang sarat dengan ide-ide unik dalam merespons lingkungan sekitar.
“Jika ditotal sejak awal terjun di dunia perfilman, untuk kategori Video Robber sudah tercatat sebanyak 20-an, sedangkan untuk karya film baru ada tujuh karya,” ungkap Ipoenk. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




