Kamis, 24/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Melihat dari Dekat Benda Bersejarah

Jumat, 28/01/2011 09:00 WIB - Farrah Ikha Riptayani

Sebanyak 50 siswa TK Aisyiyah Prajan, Jebres mengunjungi Museum Radya Pustaka Solo, Kamis (27/1).
Dari 50 anak tersebut kemudian dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok dipandu oleh satu pemandu dari museum tersebut secara bergiliran.
Salah satu kelompok yang dipandu oleh kepala TK, mulai memasuki museum bersama sekitar 10 siswa dan langsung menuju belakang museum. Di tempat itu anak-anak dikenalkan serta diperlihatkan beberapa arca koleksi museum tersebut.
Anak-anak pun terheran-heran dibuatnya. Sesekali dari salah satu siswa mencoba memegang arca itu, tetapi diingatkan oleh salah seorang temannya agar jangan memegangnya.
Kemudian mereka dipandu untuk melihat-lihat koleksi atau peninggalan-peninggalan budaya Jawa di masa lalu seperti mata uang kuno, keris, wayang, gamelan dan sebagainya.
Rasa ingin tahu anak-anak tampak. Terbukti dari antusiasme mereka dalam bertanya baik dengan guru maupun pemandu museum. Berbagai pertanyaan dilontarkan anak-anak yang berusia sekitar 5-6 tahun itu.
Untuk memandu anak-anak, harus memberikan perhatian ekstra dan kesabaran tinggi, mengingat daya tangkap dan keaktifan anak yang tinggi. Ada yang berlari ke sana ke mari.
Kepala TK Aisyiyah Prajan, Jebres, Sariningsih mengatakan, tujuan kunjungan itu adalah untuk mengenalkan dan menambah wawasan anak terhadap kebudayaan Jawa pada khususnya. Ini karena sebagian besar anak-anak belum mengetahui dan mengenal peninggalan-peninggalan bersejarah.
Menurut Sariningsih, pembelajaran langsung dengan mengunjungi dan memperlihatkan secara langsung kepada anak lebih efektif dari pada di kelas yang hanya menggunakan alat peraga seperti gambar. 
Terpisah, salah seorang siswa TK A, Tito Indra Perdana mengaku senang dapat melihat-lihat peninggalan bersejarah di museum. “Saya lihat topeng, buku dan wayang,” kata Tito.  n Farrah Ikha Riptayani

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :