Sudah tidak terhitung jumlah hasil budaya kita yang telah diakui oleh negara lain, mulai dari makanan, lagu daerah, kesenian, daerah dan yang sedang marak akhir-akhir ini adalah lambang negara yang dijadikan ikon sebuah produk terkenal di dunia. Tetapi untunglah warga masih dapat menyelamatkan batik yang memang menjadi kebanggaan negara ini.
Memang tidak dimungkiri jika pengakuan yang diberikan oleh negara lain atas kebudayaan yang kita miliki diakibatkan oleh ulah kita sendiri yang saat ini justru telah banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang memang berbeda jauh dengan kebudayaan kita.
Di tengah kesibukan orang yang memperjuangkan nasib dalam kondisi serba tidak pasti saat ini. Kendati demikian ternyata masih ada sekelompok orang yang peduli dengan salah satu kebudayaan warisan nenek moyang. Sekelompok orang yang peduli dengan kebudayaan wayang tersebut tergabung dalam Lembaga Sangga Buana Surakarta (LSBS). Lembaga ini diketuai oleh Sayid Yahya Asagaf.
“Lembaga ini didirikan pada 1 Juni 2005, silam. Kali pertama berdiri bernama Yayasan Sangga Buana Surakarta. Lembaga ini, merupakan lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan budaya asli yang dimiliki oleh Indonesia antara lain budaya Jawa,” terangnya kepada Joglosemar, Rabu (10/2).
Dengan didirikannya lembaga ini sendiri merupakan bentuk dari kepedulian terhadap kerukunan antarwarga negara ini. “Kami peduli dengan keutuhan bangsa ini untuk itulah kami memadukan seluruh potensi yang ada di sekitar kami menjadi sebuah sinergi positif dalam bentuk program. Dan nantinya kami berharap jika program tersebut menjadi stimulus yang bagi upaya peningkatan untuk menjunjung tinggi budaya luhur Indonesia,” lanjutnya.
Program yang dimiliki LSBS yakni pementasan wayang. Pementasan wayang diprogramkan dua bulan sekali. “Kami secara rutin mengadakan pementasan wayang. Biasanya kami memprogramkan dua bulan sekali, namun pernah pula sebulan hingga tiga kali. Temanya sendiri kami sesuaikan dengan kondisi sosial saat ini,” ungkap Mike, Pelaksana Harian LSBS.
Selain pementasan wayang ada pula sosialisasi wawasan kebangsaan melalui seni dan budaya. “Kegiatan ini bekerja sama antara LSBS dengan Ditjen Kesbangpol Depdagri. Kegiatannya sendiri berupa pementasan Ketoprak di tujuh daerah eks-Kariesidenan Surakarta.” (Rani Setianingrum)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







