Sabtu, 11/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Mantan Tentara AS Sandera 3 Orang

Rabu, 08/09/2010 09:00 WIB - dtc

WASHINGTON—Seorang mantan tentara Amerika Serikat (AS) menyandera tiga orang di rumah sakit di Fort Stewart, sekitar 65 kilometer barat daya Savannah, Georgia, AS.
Namun penyanderaan itu hanya berlangsung singkat. Otoritas berhasil membujuk pria itu untuk menyerah secara damai hanya dalam waktu kurang dari 2 jam. Demikian seperti diberitakan News.com.au, Selasa (7/9).
Insiden itu terjadi ketika pria yang tidak disebutkan namanya itu datang ke rumah sakit militer Winn Army Community Hospital untuk meminta perawatan kejiwaan. Juru bicara Fort Stewart, Kevin Larson, tak ada yang terluka dalam insiden itu. Juga tak satu pun tembakan yang dilepaskan.
Pria bersenjata itu ditangkap polisi militer dan langsung ditanyai. Dikatakan Larson, pria itu masuk ke ruang gawat darurat rumah sakit tersebut pada Senin, 6 September sekitar pukul 04.00 waktu setempat dengan membawa empat pistol.
Dia menodongkan pistol ke arah seorang pegawai rumah sakit yang merupakan seorang prajurit dan langsung menuju ruang perawatan kejiwaan di lantai tiga.
Seorang perawat militer yang bertugas di ruang perawatan kejiwaan melihat pria tersebut dan langsung mendekatinya. Perawat itu pun mengajak pria itu berbicara. Namun perawat itu kemudian juga ikut disandera beserta seorang pekerja rumah sakit lainnya. Meski begitu, perawat yang merupakan perwira militer yang merupakan spesialis kesehatan jiwa, mampu menenangkan pria bersenjata itu.
“Dia (perawat) mulai berbicara pada tersangka dan menurunkan ketegangan,” ujar Larson. (dtc)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :