Suasana sepi tanpa penghuni di tempat berdirinya ratusan bangunan perumahan di Desa Jeruksawit yang kondang bernama Perumahan Griya Lawu Asri (GLA) itu sepertinya telah berlangsung cukup lama. Hal ini terbukti dari bentuk rumah yang mesti terlihat baru namun cukup tidak terurus keberadaannya. Rumput dan semak-semak pun tampak menghiasi diberbagai sudut kompleks perumahan tersebut.
Bahkan di beberapa bangunan rumah tampak daun jendela dan pintunya telah rusak bahkan ada yang hilang entah ke mana. Melongok ke dalam isi di tiap rumah pun tidak kalah memprihatinkan, selain sebagian rumah masih berlantai tanah. Di beberapa rumah juga cukup banyak ditemukan sampah seperti botol dan kaleng bekas, selain juga bau pesing yang menyengat hidung.
Kondisi tanpa penghuni di sebagian besar perumahan GLA ini dibenarkan oleh Parman, salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari perumahan tersebut. Menurut dia tidak kurang dari 10 keluarga saja yang tampak menempati perumahan tersebut. ”Itu pun mereka pilih rumah yang dekat dengan jalan kampung ini, kalau yang agak masuk ke dalam itu blas enggak ada penghuninya,” tuturnya.
Akibat tidak kunjung dihuni, lanjutnya, perumahan tersebut sering disalahgunakan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk berbuat maksiat. Kondisi jalan aspal halus di dalam perumahan tersebut menurut dia sering digunakan beberapa anak remaja untuk balapan liar pada sore atau malam hari.
Tempat Maksiat
Tidak jarang juga beberapa rumah di kompleks perumahan mangkrak tersebut digunakan beberapa orang sebagai tempat minum-minuman keras. ”Bahkan dulu pernah kepergok masyarakat ada remaja cowok-cewek mau berbuat mesum disitu,” ungkapnya. Meski selama ini dinilai perbuatan para orang tidak bertanggung jawab ini belum terlalu mengganggu masyarakat desa setempat.
Kondisi sepinya penghuni perumahan GLA ini juga turut mempengaruhi kinerja bidan yang siaga di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Lawu Sehat yang berada di dalam kompleks perumahan tersebut. ”Ya, bisa dilihat sendiri, pasien di sini juga sepi sekali cuma do re mi fa sol saja,” tutur Ning sambil berkelakar. Kebanyakan yang menjadi pasiennya hingga saat ini malah para warga desa sekitar
Selain itu, PKD yang dikelolanya adalah sedikit rumah dari perumahan tersebut yang memiliki fasilitas memadai untuk air dan listrik. ”Mungkin karena rumah yang digunakan sebagai PKD ini dulu digunakan transit pak SBY pas meresmikan perumahan ini, jadi cukup lengkap fasilitasnya,” kata dia. (Bagus Sandi Tratama)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




