Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Manajemen Keuangan Usaha Mikro Masih Lemah

Jumat, 24/02/2012 06:00 WIB - Fariz Fardianto

SOLO—Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) menggelar program pemberdayaan untuk 20 pengusaha mikro di Surakarta sepanjang 2012. Upaya itu dilakukan, untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha tersebut dalam melakukan manajemen keuangan lebih baik. BTPN, optimis kegiatan semacam ini sangat efektif diterapkan untuk meningkatkan keahlian para pengusaha di wilayah tersebut.
Regional Business Leader BTPN Solo, Suci Winarta, mengungkapkan, kegiatan semacam ini diberikan kepada debitur di sektor UMKM di Surakarta secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas manajemen keuangan yang lebih baik sepanjang tahun ini.
“Kegiatan semacam ini, bisa berupa program pemberdayaan UMKM bernama Daya Tumbuh Usaha, bertujuan untuk mengembangkan pola usaha dan modal bagi pelaku sektor itu. Kegiatan itu, difokuskan pada pengelolaan keuangan, agar sistem pencatatan keuangan lebih teratur dan terkendali.” kata Suci, Kamis (23/2).
Program ini, diberikan dengan maksud pemberdayaan dalam mengembangkan merek, hingga aktivitas penataan barang dagangan agar pelanggan tetap setia. Total peserta, katanya, yang telah mendapatkan pelatihan ini secara nasional mencapai 226.283 nasabah hingga Januari 2012 dan di Surakarta sendiri, jumlahnya sebanyak 112 pengusaha.
Sejauh ini, program seperti itu sangat disambut positif oleh para debitur, mengingat tingginya angka pelaku usaha mikro yang gagal menjalankan usahanya, karena buruknya sistem manajemen keuangan yang diakibatkan tingkat pemahaman  mengenai ilmu tersebut masih rendah.
Ainul Yaqin, Eksternal Comunications Corporate Communications BTPN menyebutkan, pihaknya mengembangkan program ini berlandaskan model bisnis yang mengintegrasikan misi sosial sekaligus misi bisnis. “Program pemberdayaan ini, mendapatkan respons sangat positif dari nasabah, yakni dilihat dari pengukuran hasil evaluasi kegiatan rata-rata tingkat kepuasan 90 persen,” tutur Ainul.

Fariz Fardianto

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :