Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Maling Gasak Rp 50 Juta

Minggu, 21/03/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Rumah pengusaha rambak Nurhadi (40) dan istrinya Yuli Susana (35) warga Dusun Brubuh RT 03/I, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri, dikuras maling, Sabtu (20/3). Uang tunai Rp 50,8 juta dan sejumlah perhiasan raib.
”Yang hilang uang dan perhiasan. Kartu ATM dan KTP masih ada di dalam dompet. Tas dan dompet dibuang di sebelah barat rumah yang kemudian tadi ditemukan oleh tetangganya Mbah Karto,” ungkap Mardimin Kepala Desa setempat, mewakili Nurhadi yang syok dengan musibah pencurian tersebut.
Tas milik Yuli diletakkan di dekat tempat tidur. Isi tas antara lain uang, perhiasan, serta dompet yang berisi kartu ATM, KTP dan beberapa nota.
Menurut Yuli, malam harinya (Jumat malam (19/3)) suaminya masih belum tidur sampai larut malam karena harus menerima semua setoran dari penjualan rambak pada siang harinya.
Yuli menceritakan, pada Jumat tengah malam masih ada orang beraktivitas di rumahnya. Beberapa karyawan juga belum pulang. Sekitar pukul 03.30 WIB, salah satu keluarga kami ada yang ke kamar kecil. ”Lalu sekitar pukul 04.15 WIB dua karyawan saya datang untuk menjual rambak ke Pasar Baturetno dan Ngadirojo lalu saya bukakan pintu seperti biasa,” bebernya
Sesaat kemudian, dia merasa ada kejanggalan. ”Pintu bagian belakang (dapur) kok sudah terbuka. Lantas saya cek, sampai akhirnya saya mendapati tas yang saya letakkan dekat tempat tidur sudah tidak ada,” katanya.
Kejanggalan itu kemudian dia laporkan ke suaminya. Mereka kemudian sibuk mencari tas yang berisi uang dan perhiasan itu. ”Tapi tidak ketemu. Baru agak siang tadi tas saya ditemukan Mbah Karto di kebun sebelah rumah. Uangnya Rp 50.800.000. Kalau emas senilai Rp 2 juta,” kata Yuli.
Menurut Yuli pencuri diduga pernah masuk ke rumahnya dan mempelajari bagian dalam rumah. Modusnya, dengan membeli rambak sembari melihat keadaan rumahnya. ”Yang saya heran, maling itu kok hafal betul dengan pintu-pintu yang dilaluinya. Setelah mencongkel pintu belakang, kemudian mencongkel dua pintu yang ada di dalam rumah,” ujarnya. (son)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :