Minggu, 12/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Malaysia Perketat Keamanan Bandara

Rabu, 06/01/2010 11:00 WIB - ida

KUALA LUMPUR—Departemen Imigrasi Malaysia memperketat pemeriksaan bagi warga dari negara-negara tertentu di pos keluar masuk perbatasan. Pemeriksaan itu mengacu pada daftar negara-negara berisiko tinggi yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS) dan Australia.
Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia, Abdul Rahman Othman, mengatakan pada awalnya AS hanya memberikan saran agar warga yang datang dan pergi dari negara-negara yang patut diwaspadai ditangani dengan benar.
"Namun sekarang mereka (AS) mendesak agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh," kata Abdul Rahman seperti dikutip situs The Star yang dilansir vivanews.com, Selasa (5/1).
Namun, Departemen Imigrasi merahasiakan nama negara-negara tersebut karena alasan diplomatik. Australia mengirimkan daftar terbaru negara yang harus diwaspadai kepada Departemen Imigrasi pada Oktober 2009. Sedangkan AS menyerahkan daftar pada September tahun lalu. "Sekarang setiap orang harus waspada. Kita akan menerapkan pemeriksaan ketat itu di semua tempat pemeriksaan," kata Abdul Rahman.
Abdul Rahman mengaku pihaknya harus bersandar pada sistem pengumpulan informasi yang lebih mutakhir dari AS dan Australia untuk mengidentifikasi orang-orang yang patut dicurigai.
"Mereka punya teknologi terkini untuk mengumpulkan tipe informasi semacam ini. Kita tidak terlalu maju di bidang itu, jadi kita harus bersandar pada daftar mereka," kata Abdul Rahman.
Pengakuan Abdul Rahman ini untuk mengomentari pengumuman dari Administrasi Keamanan Transportasi AS di mana para calon penumpang atau mereka yang mendarat di bandara AS yang berasal dari negara-negara tertentu mulai sekarang harus dipindai seluruh badan. (ida)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :