Jumat, 10/02/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com
<div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div> <div style="background-color: none transparent;"><a href="http://www.rsspump.com/?web_widget/rss_ticker/news_widget" title="News Widget">News Widget</a></div>

Makan Juga Ada Etikanya Lho !!!

Minggu, 25/04/2010 09:00 WIB - Dwi Hastuti

Waktunya makan…!!!Teriakan dari Mama itu tentu saja setiap hari kita dengar. Seperti biasanya, orangtua adik-adik pastinya juga selalu mengingatkan supaya makan dengan menggunakan tangan kanan, makan tidak sambil berjalan lalu yang tak terlupakan harus didahului dengan berdoa. Lalu, kenapa ya orangtua selalu mengajarkan itu semua kepada kita?
Ternyata, maksud dari orangtua mengajarkan itu semua bukan karena bawel. Tetapi perilaku yang dicontohkan di atas merupakan etika atau sopan santun saat makan. Nah, coba sekarang di antara adik-adik ada yang makan sambil berdiri tidak?
Atau malah ada yang makan sambil berlari-lari? Wah kalau ada, adik-adik harus segera merubahnya, karena kalau makan sambil berdiri atau berlari-lari bisa-bisa makanannya tidak bisa dikunyah dengan baik. Dan tentu saja, kebiasaan itu tidak sopan dan tidak enak dilihat, bukan?
Mengajarkan etika meja makan pada anak dimulai dari saat mereka bisa mengambil makanan sendiri. Saat usianya bertambah, penting sekali bagi orangtua untuk melanjutkan etika makan karena ini membantu anak-anak membangun kemampuan sosial dan rasa percaya dirinya.
Adik-adik tahu tidak, etika saat makan itu apa saja ya? Meski dibilang ribet, tapi kalau sudah terbiasa gampang, kok. Menurut Susatyo Yuwono Psikolog Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) secara psikologis etika makan ini akan membantu membentuk kepribadian anak yang sopan.
“Pertama, sebelum makan adik-adik harus cuci tangan dahulu supaya kalau tangannya kotor menjadi bersih dan bebas dari kuman. Lalu yang kedua, adik-adik harus memulainya dengan berdoa terlebih dahulu, “ tutur Pak Susatyo.
Karena dengan berdoa itu merupakan wujud rasa syukur kita atas makanan yang Tuhan berikan kepada kita. Yang ketiga, ketika makan adik-adik harus menggunakan tangan kanan.
Ada yang tahu kenapa harus memakai tangan kanan? Adik-adik, tangan kiri itu kan buat membersihkan kalau kita membuang air besar atau air kecil, sehingga kalau untuk makan harus menggunakan tangan kanan.
“Terus yang keempat ketika makan adik-adik tidak boleh sambil lari-lari, jalan, berbicara atau bersenda gurau. Karena kalau makannya sambil berbicara nanti adik-adik bisa tersedak, “ tambah Pak Susatyo.
Tersedak itu rasanya sakit lho? Nah kalau adik-adik tidak mau tersedak jadi kalau pas makan adik-adik harus duduk yang manis dan jangan bersendau gurau.
Lalu saat mengunyah pun harus dikunyah secara pelan-pelan atau berlahan-lahan. Usahakan kalau pas mengunyah, gigi adik-adik tidak kelihatan dan tidak mengeluarkan suara.

Belajar Bersyukur
Melalui etika makan, kita juga dapat belajar tentang rasa sopan dan bersyukur. Etika makan ini dapat diajarkan mulai anak dua atau tiga bulan.
Mengajarkan etika makan tidak perlu menunggu anak menjadi dewasa, namun ketika anak kita sudah bisa makan kita harus memberikan etika tersebut sedikit demi sedikit. Misal, menuntun anak untuk berdoa sebelum makan ketika memulai menyuapi diawali dengan doa terlebih dahulu.
Lalu ketika putra-putri kita sudah bisa berjalan-jalan, maka jangan biasakan saat menyuapi anak-anak dalam keadaan berlari-lari. Meski itu sulit dilakukan, namun orangtua harus memberikan nasihat kepada anak dengan bahasa yang lembut dan jangan membentak-bentak.
Hal terpenting yang perlu dilakukan orangtua yaitu tidak boleh membentak saat menasihati anak. Lalu sebagai orangtua juga harus memberikan teladan bagi anaknya. “Kalau makan tidak boleh sambil jalan, maka orangtua juga jangan makan dengan jalan,” kata Pak Susatyo. (Dwi Hastuti)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :