Komunitas Mahasiswa Sentra Energi (Kamase) UGM bekerja sama dengan masyarakat secara mandiri berhasil membangun sistem pengangkatan air dengan menggunakan tenaga matahari. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Giriharjo, Panggang, Gunung Kidul.
Dilansir dari situs resmi UGM, www.ugm.ac.id, Jumat (26/3), pembuatan mesin tersebut menggunakan modal sebesar Rp 250 juta, yang merupakan hadiah dari ajang Mondialogo Engineering Award (MEA) 2007, tim mahasiswa ini melaksanakan pembangunan fisik sistem dan instalasi.
Dari dana minim tersebut, mereka berhasil membangun sistem pengangkatan air dengan menggunakan tenaga matahari yang mampu menyuplai setidaknya 7.800 liter per hari. Jumlah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan 118 kepala keluarga yang belum terdistribusi air.
Paito (39), warga Pedukuhan Banyumeneng I mengaku sangat terbantu dengan adanya distribusi air bersih oleh mahasiswa UGM. Paling tidak, hal itu meringankan beban biaya ekonomi yang harus dikeluarkannya untuk memenuhi kebutuhan air.
“Kita beli air Rp 125.000 per 5000 liter dari PDAM, itu pun harus antre. Sekarang, cukup bayar langganan Rp 13.000 tiap bulan dan ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Staf pengajar sekaligus penggagas pembangunan instalasi air bersih ini Dr Ahmad Agus Setiawan, menjelaskan, pembangunan fisik mulai dilakukan sejak Juli 2008 dan baru selesai pada Agustus 2009. Sementara pemilihan penggunaan teknologi matahari adalah karena Desa Giriharjo memiliki potensi sinar matahari 4,5 jam per hari.
Pemasangan panel surya ditempatkan di atas bukit yang berjarak 1.400 meter dari permukiman penduduk. “Kita menggunakan 12 panel surya, bisa menghasilkan listrik 1.200 watt peak,” katanya.
Selanjutnya, panel surya menghasilkan listrik untuk menghidupkan pompa submersible yang berada dalam air untuk mengangkat air. Air kemudian dialirkan ke pipa sepanjang 1.600 meter untuk mengisi enam tandon air yang tersebar di pemukiman penduduk, yang masing-masing berkapasitas 5.000 liter.
Untuk pengelolaan instalasi tenaga surya dan pendistribusian air, kata Agus, melalui kegiatan KKN PPM telah dibentuk organisasi masyarakat setempat yang diberi nama Organisasi Pengelola Air Kaligede (OPAKg).
Sementara itu, Bupati Gunung Kidul, Suharto, berharap apa yang disumbangkan oleh mahasiswa UGM dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penduduk setempat, terutama dalam pemeliharaan panel surya.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY, Paku Alam IX. Menurutnya, kerja sama yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat telah menghasilkan karya penting berupa sistem pengangkatan air dengan tenaga surya.
“Saya memberi apresiasi atas prestasi ini. Semoga di kemudian hari lebih banyak lagi mahasiswa hasilkan karya yang bermanfaat lainnya,” kata Paku Alam usai melaksanakan peresmian pembangunan instalasi air bersih di Desa Giriharjo, Kamis (25/3). (dhi)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




