GLADAK—Khawatir dengan pelaksanaan UN yang selama ini dinilai bermasalah, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) serta Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) UNS menggelar aksi simpatik turun jalan di Bundaran Gladak, Rabu (17/3) siang.
Mereka mengimbau kepada seluruh stake holder yang terlibat pada pelaksanaan ujian nasional (UN) agar menjunjung tinggi nilai kejujuran dalam pelaksanaan UN kali ini. Dalam aksinya, mereka juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan konflik antara MA dan Mendiknas.
”Kebijakan pemerintah dalam menyelenggarakan UN terkesan dipaksakan, akhirnya menimbulkan sejumlah permasalahan. Terutama dalam pelaksanaannya,” tutur Sekretaris Jenderal IMAKIPSI sekaligus Presiden BEM FKIP UNS, Wachid Yahya.
Diungkapkan, bahwa mereka mengkritisi kebijakan Mendiknas yang tidak mematuhi peraturan MA, terkait pelaksanaan UN tahun ini. Pada putusan MA No 2596/ PDT/2008 pada 14 September 2009 lalu, dinyatakan bahwa UN tidak dapat dilaksanakan sebelum terpenuhinya tiga poin penting, yaitu peningkatan mutu kualitas tenaga pendidik, mutu sarana dan prasarana pembelajaran dan sarana internet yang dapat diakses seluruh Indonesia.
”Keterpaksaan ini membuat para pelaksana menghalalkan segala cara demi menghadapi UN kali ini,” jelasnya. (ris)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




