SEMARANG—Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro, Sabtu (27/3) berunjuk rasa meminta Walikota Semarang mendatang pro rakyat.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di halaman Balai Kota Semarang tersebut, bertepatan dengan hari penetapan pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota yang ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Semarang 2010 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
”Kota Semarang sebagai Ibukota Jawa Tengah, harus menjadi contoh bagi daerah lain, mulai dari pelayanan kesehatan untuk masyarakat serta penuntasan kemiskinan dan pengangguran,” kata Reza Kresna, Menteri Luar Negeri BEM KM Undip di sela-sela aksinya.
Massa membawa sejumlah poster yang bertuliskan aspirasi mereka di antaranya ”Tolak Pendidikan Mahal” dan ”Semarang, Asem Arang Kuthone Resik Saking Korupsi.”
Ada delapan agenda mendesak yang mereka usung dan ke depan harus dituntaskan oleh wali kota dan wakil wali kota. Kedelapan agenda mendesak tersebut yakni penuntasan permasalahan kemiskinan dan pengangguran, pemberdayaan UMKM dan pasar tradisional sebagai basis perekonomian rakyat serta pemeliharaan aset kota sebagai modal investasi.
Agenda lainnya, mewujudkan pemerintahan yang baik dengan peningkatan pelayanan publik dan penegakan hukum berbasis semangat pemberantasan KKN. Kemudian menyelamatkan lingkungan dan tuntaskan masalah banjir dan sampah.
Mahasiswa juga meminta pemerintah ke depan dapat mengoptimalkan anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBD, menjamin ketersediaan harga kebutuhan pokok bagi rakyat, dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan. (ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




