Tak hanya batik sarimbit saja yang laris diburu jelang Lebaran ini, namun juga lurik batik (Lutik). Apalagi seiring dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah mengenai kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengenakan seragam berbahan tenun lurik atau troso per 7 Juli lalu. Alhasil Lutik menjadi salah satu pilihan yang banyak dilirik konsumen. Entah konsumen perseorangan ataupun kalangan perkantoran yang langsung membeli produk jadi secara kolektif untuk kemudian dipergunakan sebagai seragam.
Menurut Tri Wiedyaningsih Susanto, pemilik Batik Widya Kencana Mutihan Purwosari, selain batik sarimbit yang menunjukkan peningkatan penjualan, lutik juga mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan bahkan mencapai 30 persen.
“Lutik ini kini sangat booming, apalagi seiring PNS harus berlurik. Wah yang datang dan beli kemari tak hanya dari Solo, namun dari Sukoharjo, Semarang, dan masih banyak lainnya,” ujarnya kepada Joglosemar, Senin (30/8).
Menilik hari biasa saja, kata Wiedyaningsih, produk Lutik ini setidaknya hanya terjual dua sampai tiga potong saja, namun jelang Lebaran dan bersamaan dengan penerapan kebijakan PNS berseragam tersebut, penjualan Lutik per hari kini bisa mencapai 10 potong.
“Hanya sayang, sejak Lutik booming ini, malah kami dihadapkan pada stok dan pasokan produk yang terbatas. Biasanya perajin dari Juwiring, Klaten itu datang juga tak tentu, membawa jumlah produksinya juga tak tentu, karena produksinya juga terbatas. Mungkin mereka tak menyangka Lutik bisa ngetren begitu,” terangnya.
Bervariasi
Gaung dan minat lutik itu, diprediksi Wiedyaningsih akan terus ramai karena kebutuhan PNS yang memerlukannya sangat banyak. Bahkan bisa jadi, sampai akhir tahun pesatnya penjualan Lutik ini akan dirasakan dan menjadi berkah tidak hanya bagi perajin namun juga pedagang.
Adapun harga Lutik, kombinasi lurik yang kemudian dibatik printing dengan kain katun tersebut bervariasi. Kalau yang sudah produk jadi seperti kemeja harganya mulai Rp 150.000-an, namun kalau masih kain ukuran 2 meter, lebar 115 sentimeter harganya sekitar Rp 120.000-an.
Ramainya penjualan lutik turut diamini Yani, karyawan Batik Setya, Cemani Baru, Sukoharjo. Karena para PNS banyak yang mencarinya. Hanya saja karena kadang harganya lumayan tinggi mulai Rp 200.000-an per potong, maka kadang akhirnya hanya sekadar melihat-lihat atau survei dulu. “Memang PNS banyak yang cari, tapi kadang harga mempengaruhi mereka,” pungkasnya. (Kiki Dian Sunarwati)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







