PASAR KLIWON—Meski kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Indonesia diundur sampai Juni 2010, sekitar 600 massa dari Laskar Umat Islam (LUIS) tetap menggelar aksi penolakan. Hal ini dikarenakan Obama dianggap sebagai penjajah dan teroris.
Peserta aksi yang terdiri dari Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Ponpes Darusy Syahadah, Ponpes Mahasiswa Center, Jamaah Anshoru Tauhid (JAT), IMM, KAMMI, Tim Hisbah, Al Islahm BKPI, Fosikom, Pemuda Muhammadiyah, FUI Klaten, Fujamas dan lainnya melakukan longmarch dari Sriwedari dan berakhir di Bundaran Patung Slamet Riyadi, Gladak.
Ketua LUIS, Edi Lukito menyatakan, mereka tak peduli ditunda atau tidak. “Kami tak peduli apakah kedatangan Obama ke Indonesia ditunda atau tidak, yang jelas kami tetap menolak. Sekarang, besok, dan sampai kiamat, tak ada batas waktu dan penolakan ini adalah harga mati. Obama kami anggap sebagai penjajah dan teroris, terutama bagi negara Islam. Lihat saja di Afghanistan dan Irak,” ungkap Edi Lukito kepada sejumlah wartawan, Jumat (19/3).
Menurut dia, Obama telah banyak memberikan kerugian bagi umat Islam. “Umat Islam di Afghanistan mengalami pembantaian serta intimidasi dari Obama dan sekutunya. Selain itu, dari bidang ekonomi kita bisa lihat kasus Freeport. Sebagian hasil alam dibawa ke Amerika. Tak hanya itu, bidang militer, sosial budaya dan pertahanan keamanan juga sangat dirugikan,” imbuhnya. (mur)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




