SEMARANG—Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah akan mengevaluasi kinerja dan produktivitas sebanyak 350 sekolah dari berbagai tingkatan di seluruh kabupaten/kota di Jateng. “Evaluasi 350 sekolah itu ditujukan untuk mengukur dan memetakan kondisi pendidikan di Jateng,” kata Kepala LPMP Jateng Makhali di sela-sela rapat koordinasi Penjaminan Mutu Pendidikan Jateng di Semarang, Kamis (11/3).
Menurut dia evaluasi tersebut dilakukan menyusul adanya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63/2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan, namun tahun ini sekolah yang akan dievaluasi bertambah. “Pada 2009 kami hanya mengambil sampel sebanyak 35 sekolah dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, sehingga jumlah sekolah yang dievaluasi dari setiap daerah hanya satu dan jenjangnya juga dipilih acak,” katanya.
Namun, kata dia, pada tahun ini pihaknya akan mengambil 10 sekolah dari setiap kabupaten/kota, terdiri atas satu Taman Kanak-kanak (TK), empat SD, tiga SMP dan SMA/SMK masing-masing satu sekolah. “Sekolah yang akan dievaluasi tidak dibedakan antara sekolah negeri atau swasta, dan tidak juga dibedakan status sekolah, termasuk rintisan sekolah bertaraf internasional atau bukan,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi beberapa hal, di antaranya terkait kredibilitas, prestasi, hingga soal manajeman keuangan yang mereka terapkan, karena berkaitan erat dengan pencitraan sekolah. “Kami memang masih menemukan beberapa kekurangan dalam evaluasi tahun lalu, namun kondisi pendidikan di Jateng secara umum telah berjalan cukup baik,” katanya.
Berkaitan dengan penentuan sekolah yang akan dievaluasi, kata dia, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada setiap pemerintah kabupaten/kota untuk menentukan karena mereka punya otonomi terhadap penyelenggaraan pendidikan di daerahnya. “Kami tinggal mengevaluasi sekolah yang mereka tunjuk dan tentunya akan menunjuk sekolah yang berada di deretan atas (favorit), namun itu memang hak mereka,” katanya.
Ia mengatakan evaluasi itu memang tidak semata-mata dilakukan untuk mencari mana yang terbaik atau sebaliknya, namun dengan sendirinya daerah yang memiliki kualitas pendidikan terbaik pasti akan terlihat. (ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







