Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Longsor di Selo, Satu Tewas Korban Jatuh ke Jurang

Senin, 22/03/2010 09:00 WIB - ono

BOYOLALI—Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kecamatan Selo, Minggu (21/3) sekitar 04.30 WIB. Satu orang tewas dan dua rumah warga tertimpa longsoran tanah. Korban tewas adalah Suyanto alias Ateng alias Bagong (23), warga Dukuh Monce, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo.
Korban tewas setelah tertimpa longsoran tebing dan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 25 meter, lalu terseret arus sungai di dasar jurang, tepatnya di Jembatan Dukuh Gebyog, Desa Selo, Kecamatan Selo.
Korban baru ditemukan sekitar 07.30 WIB, di sekitar Tuk (mata air) Tugo, desa setempat yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian. Informasi yang digali Joglosemar di lapangan menyebutkan, korban saat itu hendak merias reog di Kecamatan Selo dengan mengendarai sepeda motornya.
Saat di lokasi kejadian, di jembatan jalan Dukuh Gebyog, tiba-tiba tebing di atasnya longsor. Tanah longsoran itu langsung menimpa korban dan membuatnya terjatuh ke sungai yang berada di dasar jurang. Tubuh korban hanyut sementara sepeda motornya tersangkut di lokasi kejadian. Korban kemudian ditemukan sudah tewas mengenaskan oleh tim SAR dan warga yang melakukan pencarian.
“Kejadian sekitar pukul 05.00 WIB, orangnya hanyut dan sepeda motornya nyangkut di buk (pembatas) jembatan,” tutur Harjo Suwito (72), warga dukuh setempat.
Sementara itu, longsor juga menimpa dua rumah warga yang rusak diterjang tanah longsor masing-masing milik Sawal (30) warga Dukuh Selo Tengah, Desa Selo dan milik Ny Suwito (52) warga Dukuh Gebyok Tretes Desa Samiran Kecamatan Selo.
Masih Tertidur
Menurut Ny Suwito, saat itu dirinya masih tidur bersama enam orang anggota keluarga lainnya, di antaranya terdapat bayi berusia satu tahun. Tiba-tiba sekitar pukul 04.30 WIB, tebing setinggi 9 meter di depan rumahnya longsor dan menimpa rumah mereka.
Akibatnya kondisi rumah doyong dan hampir ambruk. Bahkan sebagian lumpur tanah longsoran masuk ke rumah. Warga sekitar kemudian langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan. Karena membahayakan, rumah korban kemudian dibongkar karena sebagian rumah juga rusak.
Sedangkan korban Sawal, dinding rumahnya jebol sepanjang 6 meter dan tingg 2,5 meter. Padahal rumah tersebut merupakan hasil pemugaran rumah keluarga miskin tahun 2009 lalu. Total kerugian sementara ini ditaksir mencapai Rp 12 juta.
Bencana tanah longsor di Kecamatan Selo terjadi karena sejak Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB,  hujan turun dengan deras. Bahkan sampai Minggu pagi pun hujan masih turun. (ono)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :