PATI (Joglosemar): Lima orang yang masih dalam satu keluarga tewas akibat tertimpa tanah longsor yang terjadi di Dukuh Krajan, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Senin malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat terjadi longsor, kelima korban tewas tersebut berada di dalam tiga rumah yang letaknya berdempetan.
Kelima korban tewas merupakan istri, anak, menantu dan cucu Sutar (58) yang rumahnya hancur. Mereka yang tewas adalah Kuntini (55), Suprihati (30), pasangan suami istri Sutikno (28) dan Sunarti (26), serta Pungki (13).
Bebatuan besar dan tanah meluncur dari atas tebing di belakang rumahnya. Menurut saksi mata, Slamet (35) sebelum peristiwa itu terjadi, hujan gerimis turun selama 20 menit. Selang beberapa menit kemudian, terdengar suara gemuruh dari atas tebing dan suara dentuman keras.
“Begini suaranya pertama kali terdengar kretek .... kretek ... kretek ... boouum, kemudian ruuuuugh begitu. Tahu-tahu batu-batu itu sudah menimpa rumah Sutar, Ngasidi dan Karwoto. Kita takut untuk keluar waktu itu,” jelas Slamet.
Malam itu juga, ratusan warga bergotong royong mengevakuasi kelima korban dari timbunan bebatuan dan tanah. Kelima korban yang ada di dalam tiga rumah yang tertimbun berhasil dievakuasi, meski sudah meninggal dunia.
Wakil Bupati Pati Kartina Sukawati, berjanji akan segera merenovasi rumah-rumah yang tertimbun longsoran. “Tindakannya yang pertama adalah, karena ini tanggap darurat sehingga untuk rumah nanti ada santunan dari Pemerintah Kabupaten untuk memperbaiki rumah,” kata Kartina.
Longsor yang menewaskan lima orang warga itu, terjadi diduga akibat adanya penambangan golongan c liar oleh warga sekitar sebagai mata pencahariannya.
Terendam Banjir
Sementara itu, seratusan rumah di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin (26/10) malam hingga Selasa dini hari.
Banjir tersebut menggenangi sekitar 100 rumah di Dusun Krikil dan puluhan rumah di Dusun Kampung Baru, Desa Karangreja, Kecamatan Maos, serta empat rumah di Dusun Kalipomahan RT 01 RW 01, Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala.
Ketua RW 03 Desa Karangreja, Giri Santosa mengatakan, banjir yang terjadi di Dusun Krikil menggenangi sekitar 100 rumah di lingkungan RT 02-03 RW 03 dan RT 01-02 RW 04.
Menurut dia, ketinggian air di dalam rumah pada Selasa dinihari berkisar antara 80-100 sentimeter sedangkan di pekarangan rumah mencapai 150 cm. “Namun pagi ini kondisi air sudah mulai surut dengan ketinggian di pekarangan rumah sekitar 40 cm,” katanya.
Selain menggenangi seratusan rumah, banjir juga merendam puluhan hektare sawah di Kecamatan Maos yang baru ditanami. (oke/ant)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




