LONDON—Konferensi Liga Arab ke-22 yang rencananya akan dimulai pada Sabtu, 27 Maret ini di Sirte, Libya, akan memfokuskan diri pada masalah Yerusalem. Menurut surat kabar Inggris berbahasa Arab, Al-Hayat, Konferensi Liga Arab ini berencana untuk membawa pembangunan permukiman warga Yahudi di Yerusalem Timur ke Pengadilan Internasional.
Sebelumnya, para menteri luar negeri Liga Arab selesai melakukan pertemuan tertutup pada 25 Maret lalu. Pertemuan tertutup ini menyepakati langkah Liga Arab untuk menyelamatkan Kota Suci Yerusalem. Sekretaris Jenderal Liga Arab Amir Moussa mengumumkan, jika para Menlu organisasi negara Arab tersebut telah menyetujui alokasi dana sebesar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,5 triliun (Rp 9,120 per dolar), untuk menyelesaikan masalah di Yerusalem. Demikian diberitakan Al-Hayat, Jumat (26/3).
Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melawan semua bentuk kebijakan Israel yang diambil terhadap Yerusalem. Mereka juga akan mengajukan perlawanan terhadap Israel melalui pengadilan internasional di Den Haag, Belanda melalui Arab Saudi sekaligus menuntut penghentian pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur.
Menteri Luar Negeri Mesir Hossam Zaki menyatakan, Mesir akan mengajukan ide pada pertemuan puncak pada hari Sabtu. Ide ini nantinya berbentuk konkret dan diharapkan dapat menentukan langkah yang dapat memperbaiki kondisi warga Arab yang bermukim di Yerusalem.
Diharapkan, ide dari Mesir ini dapat membantu perlawanan warga Arab di Yerusalem terhadap langkah radikal yang selama ini dilakukan oleh Israel. Konferensi ini rencananya akan dihadiri oleh 14 pimpinan negara Arab. Sementara Sekjen PBB Ban Ki Moon, akan menyampaikan pidatonya di depan forum Liga Arab. Selain itu, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan turut hadir sebagai tamu. (oke)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




