Rabu, 23/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Ledakan Meteor Di Langit Bone Setara 50 Ton Bom TNT

Rabu, 28/10/2009 22:22 WIB - ida, dtc

Ledakan keras di Pantai Tanjung Palete, Bone, Sulawesi Selatan pada 8 Oktober 2009 akhirnya diketahui. Ledakan keras yang sempat dikira akibat dari pesawat Sukhoi itu ternyata adalah benda langit jenis asteroid ukuran besar.
“Ledakan besar itu memang meteor besar, jenisnya asteroid,” kata Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, seperti dikutip vivanews.com, Selasa (27/10).
Menurut pria yang akrab disapa Djamaluddin, kesimpulan itu berdasarkan hasil monitor dari 11 stasiun pemantau percobaan nuklir. Dari hasil pantauan, diketahui ada ledakan besar. “Benda itu diperkirakan bisa mencapai sekitar 10 meter,” ujar dia.
Djamaluddin menuturkan, kerasnya ledakan tersebut bahkan setara dengan 50 kilo ton TNT (bahan pembuat bom). Menurut dia, asteroid itu saat masuk dan menghujam bumi, langsung masuk ke dalam laut. “Itu dengan kecepatan sekitar 73 ribu kilometer per jam,” ujarnya.
Namun, LAPAN belum dapat mengetahui posisi ledakan yang amat dahsyat itu. “Hingga kini, ketinggian ledakan itu masih dalam analisa kami,” kata Djamaluddin.
Dia pun menjelaskan, kemungkinan arteroid masuk ke atmosfer bumi dalam kisaran waktu 2-12 tahun. Saat masuk ke atmosfer, ada transfer energi dan tekanan udara yang menimbulkan ledakan. “Jadi ada getaran juga karena besar ledakannya. Kalau jatuh di darat bisa menimbulkan dampak yang lumayan parah,” tutupnya.
Seperti diketahui, ledakan benda langit yang hingga kini masih menjadi tanda tanya itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita di Kabupaten Bone. Peristiwa itu memunculkan banyak spekulasi tentang sumber ledakan, yakni karena gempa, batu meteor, pesawat jatuh hingga pesawat Sukhoi yang sedang latihan rutin.
Ledakan misterius itu juga menelan korban jiwa. Adalah Cantika, bocah berusia sembilan tahun yang menjadi korban. Dia tewas setelah mendengar bunyi ledakan yang cukup keras. Diduga penyakit jantung Cantika kambuh sehingga mengakibatkan nyawanya melayang. (ida/dtc)
 

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :