SOLO—Sejumlah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan elemen masyarakat peduli pendidikan di Kota Surakarta menyatakan kesanggupannya memantau dan memberikan pengawasan secara penuh terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Bahkan, bila ada yang merasa dirugikan atau adanya kecurangan dalam UN, pihaknya menyatakan kesiapannya menerima aduan.
Staf Advokasi LBH YAPHI, Andi Setiono menyatakan kesediaannya memberikan bantuan hukum bagi siapa pun yang merasa dirugikan dalam UN.
“Kami selalu siap dalam memberikan bantuan berupa konsultasi dan pendampingan. Selama kasus tersebut bersifat struktural dan menyangkut kebijakan publik, kenapa tidak kami bantu, toh itu merupakan kewajiban kami juga,” ungkapnya saat ditemui di kantor YAPHI Surakarta, Jumat (19/3).
Ketua Masyarakat Peduli Pendidikan Surakarta (MPPS), Hastin Dirgantari menyatakan kesanggupannya memberikan pengawasan dalam prosesi UN, tahun ini. “Kami siap menampung jika ada pengaduan dari siswa. Ketika siswa tersebut dirugikan dalam pelaksanaan UN, kami segera mengupayakan evaluasi duduk perkara dan bergerak cepat memberikan bantuan kepadanya,” tandasnya.
Hastin menambahkan segala bentuk kecurangan dan kesewenang-wenangan harus dicegah. Hal ini sebagian wujud tanggung jawab demi peningkatan kualitas pendidikan khususnya Kota Surakarta.
Hal senada diungkapkan staf BKBH UMS Surakarta, Syaiful Rochman. Ia sanggup memberikan konsultasi atau pendampingan bagi siswa yang dirugikan. “Bantuan akan kami berikan setelah kami mencermati kasus dan hasil evaluasi bersama,” katanya.
Ketua Panitia UN-UASBN Kota Surakarta, Maskuri menyebutkan untuk teknis penyelenggaraan UN telah optimal, mulai dari pengadaan soal, sampai pendistribusian kartu ujian.
Maskuri menyebutkan pendistribusian kartu ujian dilakukan di berbagai sekolahan se-Surakarta dengan berbagai kategori sejak, Rabu (17/3). Klasifikasinya sebagai berikut, untuk SMA sebanyak 36 sekolahan (6.512), SMK dengan 42 sekolahan (7.287), untuk MA terdiri dari tujuh sekolah (753).
Sedangkan untuk daftar jumlah siswa peserta UN tahun ini totalnya 37.164 siswa. Total jumlah tersebut terdiri 10.239 siswa SD, MI, SDLB, untuk kategori SMP, MTS, SMPLB ada 11.839 siswa, tingkat SMA, MA dan SMALB 7.259, sedangkan untuk SMK dengan jumlah 7.827. (bns)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




