PT Pos Indonesia indentik dengan tempat untuk pengiriman surat atau paket. Tetapi seiring waktu berjalan, PT Pos Indonesia juga melayani masyarakat untuk melakukan transaksi pembayaran bermacam-macam tagihan, seperti tagihan listrik, telepon, ponsel, angsuran kredit kendaraan bahkan tagihan kartu kredit.
“Dengan adanya jasa layanan finansial seperti ini, PT Pos Indonesia memudahkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi. Dan, pastinya masyarakat sangat terbantu, karena hal ini akan menghemat biaya dan tenaga pelanggan,” papar Post Master Kantor Pos Solo, L Sutadji, pekan lalu.
Terkait produk utama PT Pos Indonesia, tetap surat-menyurat (mailing) dan pengiriman barang (logistik) masih memberikan kontribusi terbesar, jasa layanan finansial juga mendukung pendapatan PT Pos Indonesia yang diperkirakan pada tahun 2010 mitra jasa layanan finansial PT Pos Indonesia bertambah yaitu dengan sistem SOPP (System Online Payment Point). “Kantor Pos memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang, ini juga dalam misi membantu pemerintah untuk hal pembayaran pajak. Karena jaringan Kantor Pos yang luas membantu masyarakat juga yang tinggal di pedesaan,” jelasnya saat ditemui Joglosemar di ruang kerjanya.
SOPP yang memiliki tagline, One Stop Payment, diharapkan pelanggan dapat memanfaatkan sebaik-baiknya dengan melakukan semua transaksi di Kantor Pos yang didukung sebanyak 79 mitra termasuk Bank Muamalat dan Bank BTN dengan produk eBatara.
Dengan sistem ini, masyarakat dapat melakukan pembayaran tagihan listrik, tagihan telepon, tagihan ponsel, pembelian tiket KA, angsuran kredit kendaraan bermotor, tagihan kartu kredit hingga setoran tabungan dengan cara yang mudah, cepat serta praktis.
“Kontribusi SOPP (System Online Payment Point) untuk pendapatan Kantor Pos sejumlah 15 persen, tetapi kami harapkan akan meningkat dua kali lipat pada tahun ini,” paparnya. Bahkan pada tahun 2008 Kantor Pos Solo mendapat penghargaan dari DIRJEN Pajak sebagai tempat terfavorit membayar pajak.
Perluasan Jaringan
Sistem simbiosis mutualisme ini juga dirasakan oleh mitranya, Bank Muamalat. Berdasarkan data kontribusi SOPP, Bank Muamalat menjadi lembaga perbankan sebagai penyumbang terbanyak. Selama bulan Desember 2009 lalu tercatat terjadi 1.724 transaksi penyetoran tabungan dan 27 transaksi pembelian.
Sejak diluncurkannya Shar-E pada tahun 2005 lalu, Bank Muamalat langsung menggandeng Kantor Pos sebagai mitra kerja. Shar-E adalah investasi syariah yang dikemas khusus dalam bentuk paket perdana seharga Rp 125.000,00 dan dapat diperoleh di kantor layanan Bank Muamalat dan Kantor Pos Online di seluruh Indonesia.
Account Manager Bank Muamalat Solo, Alwan Jihadi, kepada Joglosemar menjelaskan bahwa Shar-E adalah salah satu produk unggulan Bank Muamalat. “Ini adalah alasan utama kita bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, karena mereka memiliki kantor cabang di seluruh Indonesia. Karena memang awal mula dikeluarkannya produk Shar-E ini memang untuk membidik daerah-daerah yang belum memiliki kantor cabang atau pun counter Bank Muamalat. Jadi tidak ada alasan lagi bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil untuk tidak menambung di Bank Muamalat,” jelas Alwan.
Hingga saat ini ada sekitar 20.000 sampai 30.000 pemegang kartu Shar-E yang tersebar di seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta. Alwan menuturkan, kerja sama yang terjalin ini sangat membantu dalam perluasan jaringan. Sebab, saat ini Bank Muamalat baru memiliki tujuh kantor layanan yang tersebar di Solo, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, dan Boyolali.
Namun demikian Alwan mengakui, meskipun membantu dalam perluasan jaringan, penyetoran tabungan melalui SOPP tidak memberikan kontribusi yang terlalu besar. “Setoran tabungan yang lewat Kantor Pos ini kebanyakan ritel, tabungan-tabungan dalam jumlah kecil jadi kontribusinya hanya sekitar 10 sampai 15 persen dari total DPK yang terhimpun. Kalau untuk tabungan dalam jumlah besar kebanyakan masih lewat kantor cabang,” akunya.
Belum Percaya
Selain, Bank Muamalat, yang merasakan keuntungan dari jalinan kemitraan ini adalah Adira Finance. Para nasabah yang bertempat tinggal jauh dari kantor Adira Finance merasa terbantu dengan adanya jasa layanan finansial dari Kantor Pos.
Menurut Elita Kusumawardani, Finance Accounting Head Adira Finance, adanya jasa layanan finansial dari PT Pos Indonesia mengurangi antrean di kantor Adira yang dapat mengakibatkan ketidakpuasan nasabah. Pengurangan antrean tersebut mencapai hingga 50 persen. “Malah yang kami harapkan, semua nasabah Adira Finance melakukan pembayaran di Kantor Pos. Karena karyawan-karyawan kami dapat melakukan tugas yang lain yang perlu diselesaikan,” jelasnya saat ditemui Joglosemar di Adira Finance Solo Baru.
Selain itu dirinya menambahkan Tetapi masih ada nasabah Adira Finance yang belum percaya untuk melakukan pembayaran di Kantor Pos. Oleh karena itu, sosialisasi dari Kantor Pos terhadap kemudahan pembayaran angsuran ini diharapkan mampu meyakinkan masyarakat untuk melakukan setoran di Kantor Pos terdekat. (Lucia Desy Kurniawati/Rachmadhani Fitriastuti)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







