Kabar rencana pengusungan putri Bupati Sragen, Untung Wiyono, yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga tak luput dari ganjalan. Puncaknya, Senin (1/3) pekan lalu, ribuan orang dari berbagai elemen yang tergabung dalam Koalisi Peduli Sragen (KPS) menggelar aksi unjuk rasa di seputar alun-alun Kota Sragen, dan menuntut Untung segera mundur dari jabatannya sebelum masa jabatannya berakhir pada 5 Mei 2011 nanti.
Rencana pengusungan Yuni untuk maju dalam Pilkada dituding sebagai kelanjutan pemerintahan Untung yang sarat dengan muatan praktik KKN. Kabar pengusungan Yuni maju dalam Pilkada untuk meneruskan kepemimpinan Untung, menguat setelah Yuni yang sebelumnya terpilih sebagai Ketua DPRD Sragen, begitu legawa mundur. Uniknya, berbagai tuntutan massa itu, bukan lagi tuntutan baru, namun tuntutan lama yang sering dilancarkan massa. Kasus ini begitu pelik, seperti pameo, lagu lama itu diputar ulang.
Tuntutan yang tak asing lagi yakni soal dugaan penggunaan ijazah palsu Untung Wiyono. Selain itu, berbagai proyek yang rata-rata ditangani keluarga Untung juga kembali diungkit-ungkit. ”Tuntutan kami hanya satu, yaitu Untung harus mundur secepatnya agar kondisi Sragen bisa kondusif dan rakyatnya bisa makmur. Kemudian aparat penegak hukum harus tegas untuk mengusut kasus ijazah palsu Bupati. Kalau tidak mau menuntaskan kasus ini berarti mereka turut bersekongkol dengan Bupati,” papar koordinator aksi Saiful Hidayat, di hadapan ribuan massa.
Koordinator aksi dari LSM Forkos, Eko Wijiyono menambahkan, selama kepemimpinan Bupati Untung delapan tahun lebih, Sragen dijadikan praktik KKN yang menguntungkan keluarga besar Untung beserta kroninya. Pendirian Taman Ndayu Park yang dikelola putra Bupati, pembuatan pabrik rokok Aroma Sukowati yang dipegang adik kandung bupati merupakan contoh betapa suburnya praktik KKN di Sragen.
Tentu sanggahan langsung disuarakan pihak keluarga Untung. Melalui Suti Hantoro anggota Presidium Forum Sragen Rembug, yang merupakan kawan dekat Untung Wiyono, menyayangkan adanya tuntutan tersebut. Pasalnya, selain merupakan isu klasik yang tidak terbukti, ia menilai, jika semua pihak demonstran tidak melihat secara arif dan objektif kemajuan Sragen di bawah kepemimpinan Untung.
”Coba kita lihat fakta juga selama 10 tahun Pak Untung menjabat. PAD Sragen naik pesat, dan terdapat kemajuan di berbagai bidang di antaranya pembangunan lima buah jembatan lintas bengawan harus kita akui pula,” katanya. (Deniawan Tommy Chandra Wijaya)
Lagu Lama Itu Diputar Lagi…
Minggu, 07/03/2010 09:00 WIB - Deniawan Tommy Chandra Wijaya








