SRAGEN—Gelombang demonstrasi menggoyang kepemimpinan Bupati Sragen Untung Wiyono kembali digelar Senin (8/3). Ribuan massa yang tergabung dalam Koalisi Peduli Sragen (KPS) kembali menyuarakan desakan pengusutan kasus ijazah palsu sekaligus pengunduran diri Bupati.
Namun, aksi massa kemarin berlangsung ricuh. Massa yang berupaya menembus blokade aparat di pintu gerbang Kantor Pemkab terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Akibatnya, dua orang terluka, tiga orang sempat ditangkap, dan menimbulkan kerusakan pagar kantor Pemkab Sragen.
”Kami tersinggung karena tidak ada penegakan hukum di Sragen terbukti kasus ijazah Bupati masih terkatung-katung belum ada pengusutan sama sekali,” kata salah satu orator, Rus Utaryono.
Aksi massa dengan mengepung lingkungan Pemkab Sragen dan memblokade jalan Sukowati Sragen, membuat jalur Solo-Ngawi sempat lumpuh. Aksi unjuk rasa awalnya terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok Lintas dan Koalisi Peduli Sragen (KPS) bergerak dari markas mereka di depan kantor BNI Sragen menuju depan kantor Pemkab Sragen. Kemudian kelompok Forkos bergerak dari gedung KNPI Sragen.
Saat massa tengah berdesakan dengan pihak keamanan yang menjaga gerbang pintu masuk timur Pemkab Sragen, seorang yang dituding sebagai provokator sempat menjadi sasaran amuk massa. Kemudian di sisi barat salah satu orator Hery Kistoyo dengan memancing massa langsung melompat masuk ke halaman Pemkab. Aksi ini diikuti sejumlah demonstran langsung diamankan pihak kepolisian.
Namun aksi mengamankan demonstran sempat menimbulkan kemarahan massa dengan mencoba merobohkan pagar Pemkab Sragen dan papan nama. Akibat bentrok tersebut, dua orang pendemo terluka.
Sementara tiga orang yang sempat diamankan, termasuk di antaranya Heri Kristoyo, akhirnya kembali dilepaskan untuk mengendalikan kemarahan massa.
Kondisi yang mulai tak terkendali membuat Kapolres Sragen AKBP Jawari bersama Kasatreskrim AKP Subandi mencoba meredam emosi massa dengan menemui kerumunan massa. Namun suasana yang semakin tak terkendali, akhirnya water canon ditembakkan ke arah kerumunan massa.
Tak pelak, Kapolres Sragen AKBP Jawari basah kuyup terkena semprotan air. Hingga petang kemarin aksi masih berlangsung sebelum kemudian massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka berjanji akan terus menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar sampai tuntutan mereka terpenuhi. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







