KARANGANYAR—Penyakit scabies atau gudik ternyata belum beranjak dari wilayah Kecamatan Jenawi. Setelah sebelumnya menimpa puluhan warga di Dusun Guyangan, pekan lalu dilaporkan sebanyak 25 orang siswa SD Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi terjangkiti penyakit ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar pun memberikan status kejadian luar biasa (KLB) pada temuan penyakit ini.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Karanganyar, Fatkul Munir menjelaskan keberadaan penyakit scabies di SD Anggrasmanis tersebut tidak terlepas dari kondisi lingkungan sekolah yang lembab dan kurang sinar matahari. “Penularan di SD ini terjadi lebih mudah karena para siswa ini sering beraktivitas dan bersinggungan bersama,” terangnya, Selasa (11/5).
Selain mewaspadai penularan scabies melalui kulit secara langsung, penularan melalui tas atau ransel siswa yang tidak pernah dicuci serta dijemur juga sangat memungkinkan. “Setelah apa yang terjadi di Guyangan dan kali ini kami mendapat laporan terjadi di SD Anggrasmanis, penyakit scabies ini kami tetapkan sebagai KLB,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, akhir April lalu ditemukan tidak kurang dari 49 warga Dusun Guyangan, Desa Anggrasmanis yang terjangkit penyakit gudik ini. Pihak Dinkes Kabupaten Karanganyar pun telah turun ke lapangan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.
Bahkan tidak berselang lama dari temuan penyakit tersebut, dari hasil penelitian Dinkes Karanganyar diketahui penyebab penyakit scabies ini adalah tungau jenis Sarcoptes Scabiei. “Tungau ini sebenarnya mudah mati kalau diberikan obat salep atau terkena sinar matahari,” terang Munir.
Untuk itu petugas Dinkes Karanganyar pun kembali diturunkan ke wilayah Anggrasmanis untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. “Kami gerakkan masyarakat untuk menjemur pakaian dan menjaga kebersihan rumah,” tutur dia. Pasalnya penyebaran penyakit ini tidak lepas dari buruknya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta kondisi alam yang lembab serta terbatasnya terpaan sinar matahari.
Dia pun mewanti-wanti warga untuk tidak memandang remeh penyakit gatal-gatal sebagai penyakit biasa. “Kalau ada bintik-bintik putih bening di kulit dengan disertai rasa gatal dan jika digaruk menimbulkan luka borok itu tandanya terkena scabies,” terangnya. Dinkes sendiri untuk mencegah perkembangan penyakit juga telah menyebarkan salep obat penyakit ini kepada para warga. (tam)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |







