SRAGEN—Pemerintah Kabupaten Sragen mengklaim laba dari pengelolaan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mampu mencapai angka Rp 4 hingga 6 miliar per tahun. Tingginya laba dan keberhasilan pelaksanaan program inilah yang diklaim menjadi kunci sukses Bumi Sukowati ini dalam meraih predikat Juara I PNPM tingkat Nasional tahun 2010 ini.
Dalam sebuah kesempatan ramah tamah Kamis (25/3), Bupati Sragen, Untung Wiyono mengatakan perkembangan pengelolaan PNPM Mandiri di Sragen cukup menggembirakan. Selain manajemen pengelolaannya sudah akurat dan akuntabel, tingkat tunggakan juga sangat minim. Bahkan, di Kecamatan Kalijambe nilai bad debt -nya nol persen sehingga mendapat penghargaan juara I Nasional.
“Secara umum hampir semua-kecamatan program PNPMnya bagus semua. Maka dari itu tahun ini Sragen dapat tambahan tidak lagi hanya beberapa desa tapi semua desa akan dapat jatah PNPM,” papar Untung kepada wartawan.
Dikatakannya, semula di Sragen hanya ada 12 desa yang mendapat program PNPM yang digulirkan sekitar tiga tahun lalu itu. Namun melihat perkembangan yang positif, pemerintah pusat memberikan apresiasi dengan memperluas jatah desa penerima menjadi 18 desa di tahun berikutnya dan kemudian ke seluruh desa di Sragen yang total berjumlah 208 desa.
Program PNPM dinilai banyak memberi manfaat bagi masyarakat. Selain memperkuat sektor ekonomi mikro, dana yang besarannya sekitar Rp 100 juta per desa itu juga terbukti mampu menekan angka kemiskinan di Sragen yang diklaim tinggal di bawah 15 persen saja.
“Adanya PNPM juga mendongkrak sektor ekonomi sehingga tahun ini (2010-red) pertumbuhan ekonomi Sragen mencapai 6 persen lebih atau yang tertinggi di antara kabupaten se-Indonesia. Hebat kan?” ujarnya jumawa. (yok)
| berbagi di Facebook : Share |
|
| berbagi di Twitter : Tweet |
berbagi di Google + : |




